“Kita kan hanya perempuan rampasan belaka, Den Rara. Kenapa Den Rara tidak mau dipersunting Tumenggung yang kuasa dan kaya raya? Kan enak nanti.” “Tubuh dirampas memang. Tetapi hati tidak. Nduk, Gendukku sayang. Sebentar lagi kau akan menjadi wanita cantik juga. Tidak mudah menjadi wanita cantik, Nduk. Tidak mudah. Apalagi di kalangan istana. Di sini kita menjadi barang hiburan belaka. Di…
Bagi banyak orang, hidup bisa demikian panjang. Saat satu kegembiraan, bukanlah sebuah akhir. Akan ada rasa sedih, sakit, kehilangan dan perasaan terhempas yang menyusul.
Gadis dalam koma Ritual pemanggilan roh menjadi satu-satunya cara untuk membangunkan Nayla dari koma. Tapi, risikonya sangat besar, Nayla bisa saja mati. Pada tengah malam, gerbang dunia roh dibuka. Meski tahu balasannya adalah darah dan nyawa, apakah Anda berani menghadapinya?
Paris, Mei 1968. Ketika gerakan mahasiswa berkecamuk di Paris, Dimas Suryo, seorang eksil politik Indonesia, bertemu Vivienne Deveraux, mahasiswa yang ikut de- monstrasi melawan pemerintah Prancis. Pada saat yang sama, Dimas me- nerima kabar dari Jakarta: Hananto Prawiro, sahabatnya, ditangkap tentara dan dinyatakan tewas. Di tengah kesibukan mengelola Restoran Tanah Air di Paris, Dimas…
Ruri menggali sejarah bioskop tua untuk konten YouTube, namun malah menemukan kisah kelam keluarganya yang menyeramkan. Arwah bioskop mengejar Ruri untuk membalas dendam, membuka rahasia kelam keluarganya.
Mia memergoki perundungan di sekolah, berujung fatal. Tujuh tahun kemudian, Janu diganggu sosok tak manusia. Para perundung tewas satu per satu. Dendam harus dibalas, korban tak akan berhenti hingga dendam terbalas sempurna. Mia berpacu dengan waktu untuk menghentikan korban berikutnya.
Bu, aku berusaha tidak hancur dihantam hidup meski sesekali rasanya hampir redup. Aku terus melawan pada dunia ini meski banyak tangis yang kusimpan sendiri. Meski dalam malam yang sepi aku mengeluh padamu lagi. Maaf untuk hal-hal yang masih gagal. Untuk pertarungan-pertarungan yang belum aku menangkan. Untuk semua kekalahan yang kadang datang berulang. Aku hanya ingin terus hidup, Bu. Aku hany…
Jika kata-kata diibaratkan air, maka sejatinya ia mengalir bebas ke berbagai arah. Seperti juga puisi-puisi di buku ini. Sindhunata menulis tentang yang suci sampai yang kotor, yang atas sampai yang bawah, yang rasional sampai yang irasional. Beberapa terdengar seperti doa, yang lain seperti sumpah serapah, lainnya lagi seperti mantra. Tidak berhenti sebagai puisi, beberapa telah beralih wahana…
Anak Bajang Mengayun Bulan karya Sindhunata menampilkan kisah sebuah keluarga menjalani sukacita dan tragedi dalam kehidupan. Melalui para tokohnya, kita diajak kembali memaknai cinta, nafsu, kesempurnaan, kegagalan, yang baik, dan yang buruk. Sebuah kisah yang menampilkan perjuangan sejati dan keikhlasan untuk mencintai sampai habis.