Dari balik selaput biru, ia melihat dunia lewat beragam jendela yang memberinya makna dan kedalaman: sastra, puisi, seni rupa, musik, sejarah, makanan, film, olahraga. Juga perempuan, keluarga, pertemanan, dan cinta yang mengendap bersama usia.
Apakah memaafkan itu mudah diberikan? Apakah melupakan itu ringan dilakukan? Sayangnya, itu sering kali lebih enteng diucapkan, tapi di hati terdalam tetap begitulah. Bagaimana caranya kita memeluk erat semua rasa marah, benci, sakit hati, ketika itu bahkan baru mulai dibicarakan saja sudah menyakitkan? Bagaimana berdamai dengan situasi tersebut?
Sebelas pemain dikumpulkan dari berbagai tempat. Tanah Papua, Pulau Sumbawa, Sumatera, Bali, Jawa dan berbagai tempat lain. Sebelas pemain dikumpulkan untuk membentuk tim tangguh. Yang bersiap mengalahkan Real Madrid, Manchester United, Barcelona, dan klub-klub besar Eropa dan Amerika Selatan. Inilah kisah tentang sebelas anak-anak berbakat Nusantara. Apa pentingnya sepakbola bagi mereka?…
Kabar kaburnya para pasien dari Gedung Rehabilitasi Anak dan Remaja yang kejadiannya tidak lama setelah berita pengeboman Gedung Putih, faktanya meninggalkan kekhawatiran sekaligus huru-hara bagi warga New York yang menjadi korban bioterorisme. Kecurigaan pun tak luput dari rumor apakah ada hubungan erat antara kaburnya para anak tersebut dengan terorisme yang menghantui atau tidak. Realita yan…
Blar! Pesawat yang ditumpangi Yana dalam suatu ekspedisi meledak. Yana selamat, tetapi malah terlempar ke tahun 1292 karena iseng menjajal helm waktu. Kembali ke masa lalu memang terdengar seru, tetapi Yana harus membebaskan diri dari sergapan bajak laut Kala Wredati dan penjara Bupati Madura. Belum lagi, Yana perlu mengatur strategi demi menyelamatkan Raden Wijaya, raja pertama Majapahit. Tida…
Pada tahun 2017 dipilihlah cerpen pilihan kompas yang terbaru. Cerita utama yang dipilih pada buku ini adalah "Kasur Tanah" yang ditulis oleh Muna Masyari, seorang sastrawan yang berasal dari Madura. Buku Kasur Tanah ini merupakan kumpulan cerpen pilihan Kompas tahun 2017 yang memuat dua puluh satu cerpen dengan tema beragam karya penulis-penulis yang sudah tidak asing lagi namanya.
Situasi pandemi yang menyapu dunia saat ini terekam vdalam sejumlah cerpen yang dimuat Kompas sepanjang tahun 2020. Akan tetapi, seperti halnya warna budaya, situasi pandemi adalah konteks. Cerita tetap membutuhkan substansi yang kuat untuk ditempatkan pada konteks tersebut. Hal ini menjadi tantangan bagi penulis cerpen, tak terkecuali yang sudah dimuat di Kompas
Salva, sering disapa Ava. Namun, Papanya ingin menamainya Saliva, yang berarti ludah, sebab menganggapnya tidak berguna. Dari kamus pemberian Kakek Kia, Ava mencari setiap makna dari kata-kata yang ditemukan sehari-hari. Ketika keluarga Ava pindah ke Rusun Nero setelah Kakek Kia meninggal, Ava berjumpa dengan P—anak lelaki yang pandai sekali bermain gitar. Perjumpaan Ava dengan P, dan petuala…