Empat puluh tahun sejak Sukarno meninggal, nama serta wajahnya tidak pernah benar-benar lumat terkubur. Kampanye puluhan tahun Orde Baru untuk mem benamkannya justru hanya mem perkuat kenang an orang akan kebe sar an nya. Sukarno tak pernah berhenti menjadi ikon revo lusi nasional Indonesia yang paling me nonjol—mung kin seperti Che Guevara bagi Kuba. Di ba nyak rumah, foto-fotonya, k…
"Tjindet, Batu Ampar, 9 April 1916. dengan hormat petugas Mantri dan polisi, saya datang ke wedana ( dan asisten wedana) semua. Saya berharap semua Muslimin dan Muslimat di Kecamatan Tandjong Pasar Rebo diberitahukan untuk berkumpul di rumah Raja Muda Entong Gendut. Jika Wedana (dan asisten Wedana) tidak datang, maka Raja Muda akan datang mengikat Anda. Ini sangat mendesak dan Anda harus datang…
Pada detik-detik terakhir penjajahan Jepang di Indonesia. Semua menuntut dan mendesak Bung Kamo dan Bung Hatta. Para pemuda Indonesia bilang "kita har'us merdeka" dan "Kami rela ma.ti asal Indonesia merdeka". Tapi ternyata tidak semudah membalik telapak tangan. Butuh perjuangan panjang, ribuan pengorbanan, dan tetesan hujan air mata untuk satu kata sakti itu "MERDEKA". Buku ini tidak hanya b…
from the back cover: Sejarah perjalanan Sastra Indonesia, hampir sama panjangnya dengan sejarah Indonesia sebagai sebuah negara. Menelaah keragaman peralihan sastra dari satu masa ke masa berikutnya merupakan salah satu tugas sastra. Puisi, sebagai bagian dari sastra, telah mengalami perubahan bentuk sesuai dengan periodesasi yang dijalaninya. Buku ini berisi kumpulan sajak-sajak puncak ya…