Terdiri dari 13 prosa dan karya fiksi, Madre merupakan kumpulan karya Dee selama lima tahun terakhir. Untaian kisah apik ini menyuguhkan berbagai tema: perjuangan sebuah toko roti kuno, dialog antara ibu dan janinnya, dilema antara cinta dan persahabatan, sampai tema seperti reinkarnasi dan kemerdekaan sejati. Lewat sentilan dan sentuhan khas seorang Dee, Madre merupakan etalase bagi kematan…
“Ini persamaan hidupku sekarang, Bu,” Desi menyodorkan buku catatan ke tengah meja. Bu Amanah, yang juga guru matematika, tersenyum getir melihat persamaan garis lurus dengan variabel-variabel yang didefinisikan sendiri oleh Desi, x1: pendidikan, x2: kecerdasan. Yang menarik perhatiannya adalah konstanta a: pengorbanan. “Pendidikan memerlukan pengorbanan, Bu. Pengorbanan itu nilai teta…
Mari kita buka apa isi kaleng Khong Guan ini: biskuit peyek keripik ampiang atau rengginang?
Negeri para bedebah, negerinya para musang berbulu domba, negerinya pencuri berdasi. Tempat dimana kehidupan terasa jauh lebih fiksi dari pada novel fiksi itu sendiri. Dimana realita terasa jauh lebih nyata. Sebab di negeri para bedebah segala hal bisa terjadi selama melibatkan materi dan kedudukan. Manusia bisa berubah menjadi musang paling manipulatif selama itu demi kekayaan. Namun di negeri…
Laut Bercerita bertutur tentang kisah keluarga yang kehilangan, sekumpulan sahabat yang merasakan kekosongan di dada, sekelompok orang yang gemar menyiksa dan lancar berkhianat, sejumlah keluarga yang mencari kejelasan makam anaknya, dan tentang cinta yang tak akan luntur.
Massimo Sukarno Rozzoni, pesepakbola blasteran Jawa Tengah-Italia, masuk program naturalisasi, menjadi WNI, dan menjadi pemain utama tim nasional Indonesia. Sikap baik dan wajah tampan membuatnya menjadi idola baru. Denisa Sridevi Suharyo, wartawan tabloid Lady yang hobi narsis di media sosial, terpaksa meliput Massimo karena penugasan, padahal tidak mengerti dan sama sekali tidak tertarik deng…
Meski langkah awal untuk membangun masyarakat yang literat, dengan menjadikan membaca dan menulis sebagai kebutuhan. Akan tetapi, jika literasi kemudian ditafsirkan semata perkara membaca dan menulis tanpa dilengkapi dengan kompetensi mengelola, menganalisa, mengemas kembali dan membagikan informasi, maka individu akan tergusur dari jamannya. Demikianlah sebuah pertanyaan penting yang diajukan …