Zoe, si anak perempuan periang keturunan Indonesia-Australia, siap mengajak kalian bertualang keliling Indonesia! Kita akan lihat keindahan alam, bangunan bersejarah, keragaman budaya, agama, dan tentu saja mencicipi kuliner khas setiap daerahnya. Zoe, a young and cheerful Indonesian-Australian girl, is ready to take you on a journey around Indonesia! We are going to see the beauty of nature…
Zoe, si anak perempuan periang keturunan Indonesia-Australia, siap mengajak kalian bertualang keliling Indonesia! Kita akan lihat keindahan alam, bangunan bersejarah, keragaman budaya, agama, dan tentu saja mencicipi kuliner khas setiap daerahnya. Zoe, a young and cheerful Indonesian-Australian girl, is ready to take you on a journey around Indonesia! We are going to see the beauty of nature…
Kabar kaburnya para pasien dari Gedung Rehabilitasi Anak dan Remaja yang kejadiannya tidak lama setelah berita pengeboman Gedung Putih, faktanya meninggalkan kekhawatiran sekaligus huru-hara bagi warga New York yang menjadi korban bioterorisme. Kecurigaan pun tak luput dari rumor apakah ada hubungan erat antara kaburnya para anak tersebut dengan terorisme yang menghantui atau tidak. Realita yan…
Sebelas pemain dikumpulkan dari berbagai tempat. Tanah Papua, Pulau Sumbawa, Sumatera, Bali, Jawa dan berbagai tempat lain. Sebelas pemain dikumpulkan untuk membentuk tim tangguh. Yang bersiap mengalahkan Real Madrid, Manchester United, Barcelona, dan klub-klub besar Eropa dan Amerika Selatan. Inilah kisah tentang sebelas anak-anak berbakat Nusantara. Apa pentingnya sepakbola bagi mereka?…
Daftar Isi : 1. Pendahuluan 2. Sejarah dan Penduduk Jakarta 3. Bahasa Betawi 4. Kelengkapan Hidup 5. Mata Pencaharian 6. Hubungan sosial kemasyarakatan 7. Daur hidup dan upacara dalam masyarakat betawi 8. Kepercayaan 9. Pendidikan dan Pengajaran 10. Permainan Anak-anak 11. Kesenian I 12. Kesenian II
Roman keempat, Rumah Kaca, memperlihatkan usaha kolonial memukul semua kegiatan kaum pergerakan dalam sebuah operasi pengarsipan yang rapi. Arsip adalah mata radar Hindia yang ditaruh di mana-mana untuk merekam apa pun yang digiatkan aktivis pergerakan itu. Pram dengan cerdas mengistilahkan politik arsip itu sebagai kegiatan pe-rumahkaca-an.
Roman bagian pertama Tetralogi Buru; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan di mana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.
Roman bagian kedua Tetralogi Buru; Anak Semua Bangsa, adalah periode observasi atau turun ke bawah mencari serangkaian spirit lapangan dan kehidupan arus bawah Pribumi yang tak berdaya melawan kekuatan raksasa Eropa. Di titik ini Minke diperhadapkan antara kekaguman yang melimpah-limpah pada peradaban Eropa dan kenyataan di selingkungan bangsanya yang kerdil. Sepotong perjalanannya ke Tulangan …