Tori si Tonggeret tidak sabar. Minggu depan dia akan menjadi tonggeret dewasa. Namun, Reta meminta Tori menemaninya menjelajah dunia luar besok. Akankah Tori menerima ajakan Reta?
Discover the life of Taylor Swift―a story about the power of words and being yourself Taylor Swift is one of the most famous musical artists in the world! Before she became a big star, she was a little girl who loved country music and writing stories. Explore how she went from growing up on a Christmas tree farm in Pennsylvania to being an international role model and the youngest person e…
Selamat datang di dunia Martin, si anak magang jenaka dengan bakat alami untuk membuat kesalahan menjadi sebuah tawa. jadilah saksi dari kejenakaan tak terduga ketika Martin magang sebagai si tukang cabut nyawa. Meski tak henti-hentinya membuat kesalahan, Martin selalu saja bisa mengubah setiap kegagalan menjadi ledakan tawa. Bersiaplah untuk terpingkal-pingkal dan ikut dalam petualangan Marti…
"Martin The Demon Rises" is a popular urban fantasy comic by Vernalta (Vernando A) published by Penerbit Andam. It follows the adventures of Martin and his friends as they battle dark monsters and threats—including powerful Lord Demons—to protect their hometown of Lapet
Cerita diawali dengan setting sekolah internet khusus putri di Inggris, dimana Georgina alias George dan Anne, sepupunya bersekolah. Menyambut hari natal, mereka sungguh gembira karena akan berlibur bersama. Semula, mereka berencana akan liburan di rumah Anne. Namun rencana buyar, sebab ibu Anne terkena penyakit jengkering. Ayah Anne dalam suratnya, lalu memutuskan mengirim putra-putranya ke ru…
Aku tahu, aku harus bilang tolong, terima kasih, maaf, dan permisi. Wah, kamu mau tahu untuk apa kata-kata ajaib itu? Yuk, ikuti ceritaku!
Malam ini, kamu dipaksa untuk menengok ke belakang sampai lehermu pegal. Kamu dipaksa untuk berkejar-kejaran dengan waktu untuk kembali memunguti potongan masa lalu. Beragam ekspresi wajah ayahmu seketika hadir membayang: bahagia, sedih, bangga, marah, murung, kecewa, dan aneka ekspresi lain yang kamu terlalu lugu untuk mendefinisikannya. Meskipun begitu, kamu yakin betul, masih banyak wajah…
Asyik, sore telah tiba! Poni siap untuk berjalan-jalan bersama Beni. Namun, Beni belum keluar juga. Poni jadi bosan. Apa yang bisa Poni lakukan, ya? Aha, Poni punya ide! Wah, sepertinya itu bukan ide yang bagus! Aduh, jangan Poni! Jangan lakukan itu!