Apollo rasa ini saatnya dia melakukan sesuatu yang bermartabat. Lagi pula, pada misi menghadapi kematian kali ini, dia dan Meg akan ditemani putra Hades, Nico di Angelo, dan Will, anak Apollo yang bisa berpendar dalam gelap. Bagaimana akhir petualangannya sebagai manusia? Ah, rasanya seperti menjawab soal dengan pilihan ganda saja. A. Nero menang dan satu Manhattan gosong dibakar api Yuna…
Menampilkan 23 cerpen Kompas sepanjang 2018 dalam buku ini seperti membaca keberagaman lanskap budaya dengan latar belakang ranah kultural berbeda. Keberagaman lanskap budaya inilah yang ikut mewarnai cerpen Kompas dari masa ke masa. Selain itu, dalam setiap cerpen terkandung getaran moralitas, apabila disimak secara sadar dan terbuka akan memberikan nutrisi berarti tentang pentingnya kembali m…
Aru lupa apa yang dia minta di Pohon Permohonan. Yang jelas, Aru dan para saudari Pandawa-nya harus segera pergi ke Lanka, kota emas. Tidak hanya untuk menyelamatkan Hanoman dan Urwasi yang ditahan, tetapi juga demi mendapatkan pasukan terhebat di dunia milik Kubera, penguasa Lanka sekaligus dewa kekayaan, agar punya kesempatan untuk mengalahkan sang Penidur. Namun, tentu saja semua dewa keranj…
Misfits and murder meet in this brilliantly fun new mystery series by debut author Lis Jardine. A perfect next read for fans of The High-Rise Mysteries, Anisha, Accidental Detective and Murder Most Unladylike. Finding a dead body at my new school was a pretty rubbish way to start. But actually getting mixed up in the case? I was bound to get into deep, deep trouble for that! Murder comes to Han…
Cepuk, si burung hantu kecil,sekarang sudah mahir terbang!Dia pun berlomba terbang bersama temannya. Siapa yang paling pintar terbang, dialah si pemenang. Namun, Cepuk malah melesat masuk ke hutan yang gelap. Wah, apakah yang akan terjadi pada Cepuk di dalam hutan?
Cepuk, burung hantu kecil, pergi ke sekolah terbang untuk pertama kalinya. Dia gugup kerana belum pernah mencoba terbang. Dia menjadi lebih takut ketika teman-teman sekolahnya mencoba untuk melompat dan jatuh satu per satu. Akhirnya, tibalah giliran Cepuk dan dia harus mencoba untuk terbang. Akankah Cepuk berhasil terbang ataukah dia akan terjatuh seperti teman-temannya?
Wis pirang-pirang dina udan ora lèrèn. Arum ora bisa dolan. Weruh kangmasé nyangking lodhong, Arum banjur nututi. Jebul kangmasé arep luru gangsir ing tilas setasiyun. Arum péngin mèlu. Sudah berhari-hari hujan tidak berhenti. Arum jadi tidak bisa pergi bermain. Melihat kakaknya membawa stoples, Arum pun mengikuti. Ternyata, kakaknya akan mencari gangsir di bekas stasiun. Arum ingin ikut.