Buku ini menceritakan tentang kisah Abu Bakar Siddiq. Abu Bakar adalah salah satu sahabat Rasulullah Saw. Buku ini juga mengajarkan kepada anak-anak supaya berkata benar dan berlaku sabar.
Salim sudah mandi. Salim mau pakai baju sendiri. Ternyata sulit, ya. Walaupun sulit, tetapi Salim tetap berusaha. Kalian sudah bisa pakai baju sendiri? Yuk, bersama Salim menjadi anak yang mandiri!
Kalian tahu Asmaul Husna? Yuk, kita mengenal sifat Ar-Raqib pada kisah Zaki di buku ini!
raveling di Afrika artinya harus siap menahan emosi dan bersikap low profile. Kita tidak bisa seenaknya berkeliaran di sebuah kota di Afrika sambil menenteng gadget keluaran terbaru yang mahal. Pandangan warga sekitar yang penuh selidik dan buas akan mengikuti ke mana pun kita pergi tanpa kita ketahui. Risiko dirampok dan mungkin terbunuh bukanlah hal yang mustahil terjadi. Cerita perampokan ya…
Cican asyik bermain bersama teman-teman di taman. Aduh, tiba-tiba perut Cican sakit. Cican harus segera ke toilet. Ups, tenang saja, Cican kan sudah belajar ke toilet sendiri. Teman-teman, apakah kalian juga sudah bisa ke toilet sendiri seperti Cican?
Sayangku Marwan, kupandang lekuk wajahmu di bawah sinar bulan yang nyaris penuh, Anakku, bulu matamu bagaikan kaligrafi, tertutup dalam tidur yang nyenyak. Dan kukatakan kepadamu, “Genggam erat tanganku. Tidak akan ada hal buruk yang terjadi.” Khaled Hosseini menulis buku ini sebagai keprihatinan atas krisis pengungsi yang saat ini terjadi di dunia. Dia tergugah oleh foto Alan Kurdi…
Serpihan-serpihan kenangan yang sangat personal–bersama sentimentalismenya–itulah Ampenan bagi saya. Pertama kali menulis puisi perihal kota ini adalah ketika saya tidak lagi bermukim di sana. Ketika saya sudah dewasa, rumah dijual, dan keluarga terpencar-pencar. Seperti ada yang memanggil-manggil saya untuk menuliskannya. Memanglah, sebuah panggilan membutuhkan jarak. Dan saya hanya menuru…
Mengapa saya menulis puisi? Cara saya mencari tahu jawaban dari pertanyaan ini adalah hanya dengan menulis puisi. Ada banyak hal yang belum dan sudah saya ketahui sejak menekuni pekerjaan yang melelahkan ini, sekaligus menyenangkan hati sambil menjaga mata tetap fokus dengan mengonsumsi wortel. Menulis puisi menuntut saya mesti mengendalikan diri saat jatuh cinta dan patah hati. Menulis puisi m…
Cinta menjadi benang merah buku puisi ini. Tema cinta sengaja saya pilih karena bagi saya puisi cinta adalah jenis puisi yang paling menggetarkan. Saya paling senang membaca dan menulis puisi-puisi cinta. Puisi-puisi cinta dalam buku ini akan lebih cocok dibaca dalam suasana sunyi, sendiri, atau dibacakan di hadapan kekasih hati. Beberapa puisi dengan judul bahasa asing dalam buku ini saya a…
Puisi-puisi dalam buku ini adalah upaya saya berdamai dengan diri sendiri, sekalipun sesekali kemarahan muncul dalam bentuk yang redam. Saya menekan emosi agar tidak meledak menjadi sarkas murahan yang akan mengesankan puisi-puisi ini bertindak seumpama preman pasar yang menghakimi orang-orang menyebalkan di sekelilingnya. Untuk sementara (entah kelak), tampil elegan dan bersahaja agaknya jauh …