Memasak memang tentang takaran. Mungkin, hidup begitu juga. Kalau pas, bisa mencerahkan. Selepas kematian Mbah Nem, Tyo menyadari bahwa keluarganya takkan terlihat sama lagi. Kematian tersebut membuka fakta baru tentang Mbah Nem. Pertama, Mbah Nem bukan nenek kandungnya. Lantas, siapa Mbah Nem yang selama ini telah Tyo anggap mengalirkan darah di tubuhnya? Kedua, dalam kemelut masa revolusi, …
Mari kita buka apa isi kaleng Khong Guan ini: biskuit peyek keripik ampiang atau rengginang?
Negeri para bedebah, negerinya para musang berbulu domba, negerinya pencuri berdasi. Tempat dimana kehidupan terasa jauh lebih fiksi dari pada novel fiksi itu sendiri. Dimana realita terasa jauh lebih nyata. Sebab di negeri para bedebah segala hal bisa terjadi selama melibatkan materi dan kedudukan. Manusia bisa berubah menjadi musang paling manipulatif selama itu demi kekayaan. Namun di negeri…
Laut Bercerita bertutur tentang kisah keluarga yang kehilangan, sekumpulan sahabat yang merasakan kekosongan di dada, sekelompok orang yang gemar menyiksa dan lancar berkhianat, sejumlah keluarga yang mencari kejelasan makam anaknya, dan tentang cinta yang tak akan luntur.
Sayap-Sayap berisi cerita-cerita menakjubkan yang ditulis oleh 10 Kawan Kecil pemenang sayembara menulis cerita anak. Ada juga empat cerita istimewa dari Reda Gaudiamo dan Djokolelono! Setiap cerita akan mengajakmu merasakan petualangan seru dan menemukan keajaiban di setiap halamannya. Dari cerita Kalidri di Negeri Siduldulli, Geri--si gajah kecil yang bermimpi ingin memiliki sayap, hingga …
Massimo Sukarno Rozzoni, pesepakbola blasteran Jawa Tengah-Italia, masuk program naturalisasi, menjadi WNI, dan menjadi pemain utama tim nasional Indonesia. Sikap baik dan wajah tampan membuatnya menjadi idola baru. Denisa Sridevi Suharyo, wartawan tabloid Lady yang hobi narsis di media sosial, terpaksa meliput Massimo karena penugasan, padahal tidak mengerti dan sama sekali tidak tertarik deng…
Meski langkah awal untuk membangun masyarakat yang literat, dengan menjadikan membaca dan menulis sebagai kebutuhan. Akan tetapi, jika literasi kemudian ditafsirkan semata perkara membaca dan menulis tanpa dilengkapi dengan kompetensi mengelola, menganalisa, mengemas kembali dan membagikan informasi, maka individu akan tergusur dari jamannya. Demikianlah sebuah pertanyaan penting yang diajukan …