Tutup mata kita. Tutup pikiran kita dari carut- marut kehidupan. Mari berpikir takjim sejenak. Bayangkan saat ini ada satu malaikat bersayap indah datang kepada kita, lantas lembut berkata: Aku memberikan kau kesempatan hebat. Lima kesempatan untuk bertanya tentang rahasia kehidupan, dan aku akan menjawabnya langsung sekarang. Lima Pertanyaan. Lima jawaban. Apakah pertanyaan pertamamu? Maka ap…
Dimulai dari pertemuan tak sengaja di perpustakaan, Gendhis tiba-tiba tertarik ke masa lalu pada zaman kerajaan Majapahit. Sejauh apa pun Gendhis berlari, Gendhis tetap masuk ke dalam dunia yang terasa aneh baginya. Majapahit, Gajah Mada, Hayam Wuruk, nama-nama tersebut terus berputar di pikiran dan penglihatannya. Hingga akhirnya, ia jatuh cinta dengan Gajah Mada. Mereka pun melalui banyak hal…
Akibat tindakan bodohnya, Chaka terpaksa menikahi Twindy, seorang alpha female luar biasa yang memimpin sebuah firma arsitek terkemuka. Chaka yang seumur hidupnya hanya memiliki dua keahlian, yaitu bernapas dan memasak; mau tidak mau harus menjalani kehidupan pernikahan layaknya sedang menjalani tutorial siksa kubur. Selama dua tahun pernikahan, Chaka tidak pernah sekali pun berani melawan Twin…
Hal-hal terburuk di dunia terjadi pada Elphira sata dia masih kecil: ayahnya jatuh sakit, ibunya terguncang, dia terlahir
Pak Gangsir ingin menjadi pemalas sepanjang masa di negeri Sang Prabu Indrabuwana, Tidak perlu bekerjam apalagi berpanas-panasan menanam padi.
Terdiri dari 13 prosa dan karya fiksi, Madre merupakan kumpulan karya Dee selama lima tahun terakhir. Untaian kisah apik ini menyuguhkan berbagai tema: perjuangan sebuah toko roti kuno, dialog antara ibu dan janinnya, dilema antara cinta dan persahabatan, sampai tema seperti reinkarnasi dan kemerdekaan sejati. Lewat sentilan dan sentuhan khas seorang Dee, Madre merupakan etalase bagi kematan…
“Ini persamaan hidupku sekarang, Bu,” Desi menyodorkan buku catatan ke tengah meja. Bu Amanah, yang juga guru matematika, tersenyum getir melihat persamaan garis lurus dengan variabel-variabel yang didefinisikan sendiri oleh Desi, x1: pendidikan, x2: kecerdasan. Yang menarik perhatiannya adalah konstanta a: pengorbanan. “Pendidikan memerlukan pengorbanan, Bu. Pengorbanan itu nilai teta…
Apakah memaafkan itu mudah diberikan? Apakah melupakan itu ringan dilakukan? Sayangnya, itu sering kali lebih enteng diucapkan, tapi di hati terdalam tetap begitulah. Bagaimana caranya kita memeluk erat semua rasa marah, benci, sakit hati, ketika itu bahkan baru mulai dibicarakan saja sudah menyakitkan? Bagaimana berdamai dengan situasi tersebut?