Up until now, middle school hasn't exactly been a joyride for Greg Heffley. So when the town threatens to close the crumbling building, he's not too broken up about it. But when Greg realizes this means he's going to be sent to a different school than his best friend, Rowley Jefferson, he changes his tune. Can Greg and his classmates save their school before it's shuttered for good? Or is this…
“M” Frustrasi! pertama dan terutama adalah pergumulan eksistensial yang di dalamnya meruangkan jamak perkara. Dari urusan kenisbian hidup, mencari bayangan Tuhan, hingga cinta ala Platonik. Dengan berat, akhirnya kau pun tiba. Di garis waktu Proses-proses ungu Dengan berat kaulepaskan nurani Buat merebut usirnya kembali Di nisbi Perburuan ini Bahwasanya di pintu terungkap arti …
from the back cover: Bagaimana mungkin seseorang memiliki keinginan untuk mengurai kembali benang yang tak terkirakan jumlahnya dalam selembar sapu tangan yang telah ditenunnya sendiri. Bagaimana mungkin seseorang bisa mendadak terbebaskan dari jaringan benang yang susun-bersusun, silang-menyilang, timpa-menimpa dengan rapi di selembar saputangan yang sudah bertahun-tahun lamanya ditenun de…
Terusir merupakan sebuah novel sastra melayu terbaik karya Buya Hamka, sebuah rekomendasi novel sastra yang menghentakkan jagad Tanah air dan masyarakat luar negeri ini menceritakan masa penjajahan Belanda tahun 1930-an, karya ini memainkan dan mencampuradukkan emosi dan perasaan terdalam kita soal cinta, kehilangan, fitnah, permusuhan, dan kasih sayang. Dalam novel singkat karya Buya Hamka …
"Martin The Demon Rises" is a popular urban fantasy comic by Vernalta (Vernando A) published by Penerbit Andam. It follows the adventures of Martin and his friends as they battle dark monsters and threats—including powerful Lord Demons—to protect their hometown of Lapet
Malam ini, kamu dipaksa untuk menengok ke belakang sampai lehermu pegal. Kamu dipaksa untuk berkejar-kejaran dengan waktu untuk kembali memunguti potongan masa lalu. Beragam ekspresi wajah ayahmu seketika hadir membayang: bahagia, sedih, bangga, marah, murung, kecewa, dan aneka ekspresi lain yang kamu terlalu lugu untuk mendefinisikannya. Meskipun begitu, kamu yakin betul, masih banyak wajah…
Asyik, sore telah tiba! Poni siap untuk berjalan-jalan bersama Beni. Namun, Beni belum keluar juga. Poni jadi bosan. Apa yang bisa Poni lakukan, ya? Aha, Poni punya ide! Wah, sepertinya itu bukan ide yang bagus! Aduh, jangan Poni! Jangan lakukan itu!