Saat Agni mudik ke rumah Pekak, semua orang sibuk mempersiapkan perayaan Galungan. Tapi, kok pisangnya masih mentah? Apakah pisangnya bisa matang sampai perayaan tiba? When Agni returned to Pekak's house, everyone was busy preparing for the Galungan celebrations. But why were the bananas still unripe? Would they be able to ripen by the time the celebration arrived?
Gara gara ada kedai susu baru, kedai ayah Mida jadi sepi. Bahkan, ayah Mida berencana menutup kedainya. Oh, Tidak! Mida tidak mau itu terjadi. Ia pun mencari cara agar kedai ayahnya tidak tutup. Hem, kira kira apa ya yang akan dilakukan Mida untuk menyelamatkan kedai ayahnya? Baca saja ceritanya yuk! Ssst ada juga informasi menarik untukmu lo!
Tiwi tidak sabar ingin bermain gim di ponsel. Sayang, sekarang belum waktunya. Ketika jadwalnya tiba, Tiwi tidak bisa langsung bermain. Apa yang terjadi selanjutnya?