Gadis kecil bernama Eli suka mengkreasikan aneka benda dari kardus bekas. Kreasi Eli dapat membawanya ke sebuah dunia imajinasi. Kali ini, Eli membuat sebuah perahu kardus yang akan membawanya ke hutan belantara!
Akhirnya, Nan bisa kembali ke rumah. Nana rindu sekali dengan rumah, terutama dengan teman temannya. Dia ingin bermain bersama lagi. Namun, Nana takut semua akan menjauhinya. Apakah Nana berhasil melawan ketakutannya? Baca kisah selengkapnya dalam buku ini.
Bulan dan Sabit biasa berjalan kaki setiap pagi. Mereka ingin mencoba pengalaman baru. Kali ini mereka akan mendaki bukit! Masalahnya, keadaan di sana tidak mudah bagi Sabit. Apa yang dialami Sabit?
Bone mendapat kursi roda baru. Dengan kursi roda itu, dia akan leboh mudah pergi kemana pun. Masalahnya, Hana adiknya menjadikan kursi itu sebagai mainan. Bone mengusahakan mainan lain sebagai gantinya. Apakah adiknya mau menerima mainan baru dari Bone, atau malah memilih kursi roda Bone saja?
Rancak, kerbau kesayangan Ibra, sakit. Kerbau itu tidak mau makan. Perutnya kembung dan sepanjang malam ia menguak-nguak kesakitan. Ibra tidak tega melihatnya. Biasanya ayah yang turun tangan. Namun, pada hari itu Ayah tidak ada di rumah. Ibu kebingungan. Bisakah dia sendirian menolong Rancak? Bisakah Rancak sembuh? Mari, kita cari tahu jawabannya dalam buku ini!
Saat bermain karet dan petak umpet bersama Bayu dan Dita, Nana selalu menyebutkan angka hingga suaranya serak.
Ega diberi uang oleh bapaknya. Ia mau membeli sesuatu dengan uang itu. Ega minta Dani untuk menemaninya ke pasar. Ternyata di pasar banyak barang menggiurkan. Ega dan Dani dibuat tidak tahan. Beli ini dulu atau beli yang direncanakan itu? Apakah Ega dan Dani mendapatkan yang mereka mau?
Okta dan Alfa ingin berlibur ke Museum Sains, tetapi orang tua mereka harus pergi bekerja. Jadi, Okta dan Alfa akan menghabiskan liburan di rumah kakeknya. Mereka mengira liburan ini akan menjadi liburan yang membosankan. Namun, tunggu sampai mereka tahu kejutan dari Kakek
Cemong selalu iri melihat kucing-kucing yang mengenakan kerincing. Baginya, kerincing melambangkan rumah dan kasih sayang. Bisakah ia memiliki kerincing yang diimpikan? Ia hanyalah kucing liar tak bertuan. Suatu hari seseorang justru menangkapnya. Cemong bingung dan takut. Ia akan dibawa ke mana?
Janu bingung dan takut. Sekolah memberi surat edaran, tapi Janu lupa menyerahkan surat itu kepada ibu. Ibu sangat disiplin, apalagi kelau menyangkut soal uang. Semua harus direncanakan. Jadi, jJanu memutuskan untuk mengumpulkan uang dengan caranya sendiri. Apa yang dilakukan Janu untuk mendapatkan biaya darmawisata sebesar Rp.800.000 dalam waktu 10 hari itu?