Di sebuah gang kecil di Tokyo, ada kafe tua yang bisa membawa pengunjungnya menjelajahi waktu. Keajaiban kafe itu menarik seorang wanita yang ingin memutar waktu untuk berbaikan dengan kekasihnya, seorang perawat yang ingin membaca surat yang tak sempat diberikan suaminya yang sakit, seorang kakak yang ingin menemui adiknya untuk terakhir kali, dan seorang ibu yang ingin bertemu dengan anak yan…
"Kau bukan Pukat si anak yang pintar... kau lebih dari itu, kau Pukat si anak yang genius." Buku ini tentang Pukat, si anak paling pintar dalam keluarga. Masa kecilnya dipenuhi petualangan seru dan kejadian kocak, serta jangan lupakan pertengkaran kakak dan adik-adiknya. Tapi apakah dia mampu menjawab teka-teki hebat iut, apakah harta karun paling berharga di kampung mereka? Dari puluhan…
Anak lelaki itu sahabatku. Ia menyelamatkan hidupku, beberapa kali. Waktu ia harus pergii dan tinggal di kota, aku memaksa ikut dengannya. Tetapi sekarang aku ingin pulang......
Jika musim panas tiba Janganlah bermuram durja Mari kita bersenang-senang Seharian penuh asik berkubang!
Astrid menghilang saat berkunjung di Bosscha, Lembang! Orang asing bernama Cliff diam-diam membawa Astrid dan tidak sengaja terlibatnya dalam perseteruan dua cabang mafia internasional memperebutkan harta berharga, intan Lunaistre. Mau tidak mau Astrid menjadi sandera dan menggantikan anak Cliff, Estrella, menerima penyerahan harta itu melalui sandi rahasia dan terencana. Astrid berhasil, tapi …
Grung! Grung! Seperti itulah bunyi batuk Pak Darpodiroto. Ditambah lagi, Pak Darpo suka sekali bercerita tentang tokoh sersan dari buku-buku dan film perang. Makanya ia dijuluki Sersan Grung-Grung. Suatu hari, tiga orang pemuda mendatangi rumah Sersan Grung-Grung. Para pemuda itu memaksa Sersan Grung-Grung berkomplot untuk menyusup ke kamar rahasia di rumah satu jutawan. Apakah ini ada ka…
"Piglet? Apa yang akan kau lakukan kalau rumahmu tertiup angin?" tanya Christopher Robin. Sebelum Piglet memikirkannya, Pooh telah menjawab pertanyaan itu untuknya. "Dia akan tinggal bersamaku," kata Pooh. "Iya, 'kan,Piglet?" Piglet meremas cakar Pooh. "Terima kasih, Pooh," katanya. "Dengan senang hati."