Zenitendo punya pesaing baru. Tatarimedo namanya. Toko ini hanya menjual jajanan jahat. Adu jajanan tak terelakkan, apalagi Tatarimedo berusaha merebut pelanggan Zenitendo. Zenitendo vs. Tatarimedo, siapa yang akan menang? Jajanan dalam buku ini, di antaranya: Wafer Pelahap Mimpi, Acar Plum Anti Keriput, dan Soda Mumi.
Di toko jajanan ajaib Zenintendo semua keinginan pembelinya bisa terwujud. Hanya saja, semua pertanyaan Beniko, pemilik toko, harus selalu dituruti. Jika tidak, nasib buruk akan jadi akibatnya... Jajanan dalam buku ini, di antaranya: Roti Gulung Pencuri, Kartu Balas Dendam, dan Tas Dokter Permen Soda.
It was right at dusk, and the street was busy, full of people looking for something for dinner. As we walked down the vibrant, narrow street, the place felt both very nostalgic and very much alive.
Every now and then, a customer like Gohtaro would come to the cafe after hearing the rumour that you could travel back in time.
In the fifth book in the sensational Before the Coffee Gets Cold series translated from Japanese, the mysterious café where customers arrive hoping to travel back in time welcomes four new guests: - The father who could not allow his daughter to get married - A woman who couldn't give Valentine's Day chocolates to her loved one - A boy who wants to show his smile to his divorced parents …
The only people one may meet while back in the past are those who have visited the cafe
Toko jajanan ajaib Zenitendo kembali dibuka. Anehnya, Beniko, si pemilik Zenitendo, sering melakukan kecerobohan sehingga salah merekomendasikan jajanan. Kesehatan Beniko juga menurun. Apakah ada yang ingin mencelakakannya? Jajanan dalam buku ini, di antaranya: Jeli Pesona, Pretzel Rapunzel, dan Kalong Ngemong.
Di sebuah gang kecil di Ginza, deretan kafe berlatar musik jazz menjadi saksi kematian seorang pelayan muda toko tembakau. Nafas terakhirnya menyebut nama sang nyonya yang sempat terlihat bergumul dengannya di hadapan para saksi. Namun tak lama kemudian, sang nyonya justru ditemukan tewas di dalam lemari dan dari kondisi mayatnya, ia lebih dulu meninggal dibanding sang pelayan. Memangnya mungki…