Dalam acara buka puasa bersama teman-teman Papa, Arin mengajak Nadhir, dkk. berjalan-jalan di hotel tempat acara diadakan. Nadhir menyanggupi. Mengelilingi hotel yang gelap itu merupakan sebuah tantangan terbesar dalam hidupnya. Baru di depan hotel saja, sebuah bola lampu mati dengan sendirinya, seolah-olah memberikan pertanda buruk bagi Nadhir yang penakut. Teman-temannya…
001 Pintu Ajaib Tiba-tiba, seberkas cahaya emas terbang ke arah Dinda. Setelah dekat, tampak sosok peri kecil menggunakan gaun hijau. Rambutnya panjang digerai ke belakang. Dia memegang tongkat kecil berujungkan mahkota. Peri itu seperti peri yang ada di dalam buku cerita Dinda. “Hai! Namaku, Peri Grin. Kamu mau menjadi temanku?” sapa peri kecil itu.