Si Rejeki, kuda penarik pedati, sangat bekerja keras untuk majikannya. Malangnya, setiap peluh Rejeki tidak berbalas perawatan dan kasih yang layak. Rejeki selalu mengangankan hidup bebas di alam pembohong—tanpa cambukan, caci-maki, dan rasa lelah. Apakah pendapat seperti itu terlalu sulit dipahami manusia? Sampai suatu ketika, seekor burung gereja datang membawa kabar gembira. Seorang raja …
Insaf dari dunia kejahatan, Pak Wimpi belum bisa menjalani hidup dengan tenteram. Komplotan Man Kiplek ingin memanfaatkan keulungan Pak Wimpi menyamar dan memaksanya terlibat dalam aksi penculikan seorang pelukis. Untunglah, Sersan Grung-Grung dan enam sahabatnya mau membantu mengelabui komplotan penjahat itu. Namun, ketenaran Sersan Grung-Grung dan geng penyidik ciliknya nyaris mengagalkan ren…
Menampilkan 23 cerpen Kompas sepanjang 2018 dalam buku ini seperti membaca keberagaman lanskap budaya dengan latar belakang ranah kultural berbeda. Keberagaman lanskap budaya inilah yang ikut mewarnai cerpen Kompas dari masa ke masa. Selain itu, dalam setiap cerpen terkandung getaran moralitas, apabila disimak secara sadar dan terbuka akan memberikan nutrisi berarti tentang pentingnya kembali m…
Pada tahun 2017 dipilihlah cerpen pilihan kompas yang terbaru. Cerita utama yang dipilih pada buku ini adalah "Kasur Tanah" yang ditulis oleh Muna Masyari, seorang sastrawan yang berasal dari Madura. Buku Kasur Tanah ini merupakan kumpulan cerpen pilihan Kompas tahun 2017 yang memuat dua puluh satu cerpen dengan tema beragam karya penulis-penulis yang sudah tidak asing lagi namanya.
Situasi pandemi yang menyapu dunia saat ini terekam vdalam sejumlah cerpen yang dimuat Kompas sepanjang tahun 2020. Akan tetapi, seperti halnya warna budaya, situasi pandemi adalah konteks. Cerita tetap membutuhkan substansi yang kuat untuk ditempatkan pada konteks tersebut. Hal ini menjadi tantangan bagi penulis cerpen, tak terkecuali yang sudah dimuat di Kompas
Salva, sering disapa Ava. Namun, Papanya ingin menamainya Saliva, yang berarti ludah, sebab menganggapnya tidak berguna. Dari kamus pemberian Kakek Kia, Ava mencari setiap makna dari kata-kata yang ditemukan sehari-hari. Ketika keluarga Ava pindah ke Rusun Nero setelah Kakek Kia meninggal, Ava berjumpa dengan P—anak lelaki yang pandai sekali bermain gitar. Perjumpaan Ava dengan P, dan petuala…