Ini dia si buaya, datang sambil mengendus, menggeram, dan menggemeretak. Suara gemuruh datang dari perut besarnya... Oh tidak! Ia kelaparan.
Boti, si botol merah, sudah lama tinggal di dalam toko swalayan. Suatu hari, ia keluar toko dan hanyut di sungai. Akan ke mana Boti? Mengikuti perjalanan Boti yang ingin keluar dan melihat dunia di luar toko swalayan, ternyata tidak seperti yang diduga. Setelah isinya habis, Boti justru menelusuri sungai dan merasa kebingungan. Ini tak seperti yang ia duga. Tapi ternyata perjalanannya tidak …
Seekor ayam cemani murung sepanjang hari. Duduk diatas batang pohin tanpa semangat. Ketika hari mulai gelap, dia berjalan kw sarangnya dengan perlahan. Teman-temannya terlihat keheranan, ini sudah hari ketiga Cemani bertingkah mengkhawatirkan.
This is a book about a bad seed. A baaaaaaaaaad seed. How bad? Do you really want to know? He has a bad temper, bad manners, and a bad attitude. He’s been bad since he can remember! This seed cuts in line every time, stares at everybody and never listens. But what happens when one mischievous little seed changes his mind about himself, and decides that he wants to be—happy?
Ke manakah aku harus pergi?” Begitulah pikir Haris si Gajah saat kehilangan rumahnya. Hutan tempat tinggal Haris telah musnah, dibakar manusia. Haris yakin masih ada hutan untuk Haris dan teman-temannya. Di manakah itu? Amankah? Bagaimana mereka menghadapi manusia?