Franklin takut pada kegelapan. Ia takut masuk ke dalam cangkangnya yang gelap dan kecil. Menurut Franklin, ada monster di dalamnya. Setiap malam, ibu Franklin menyenteri cangkangnya dan mengatakan bahwa monster itu tidak ada. Namun, Franklin tetap merasa takut pada kegelapan. Ia kemudian mencari bantuan pada Duck, si bebek; Lion, si singa; Bird, si Burung; dan Bear, si beruang kutub. Ternyata m…
Setelah perjalanan kami ke masa depan, sekarang waktunya kami menjelajah masa lalu! Tak kusangka, kami tiba pada zaman di mana manusia purba hidup. Aku bisa melihat tanah Turki yang sama sekali belum tersentuh oleh dunia modern. Udara sangat segar, langit biru indah, air sungai jernih, dan masih banyak lagi. Namun, bagaimana dengan cara hidup manusia purba yang sama sekali berbeda dengan manusi…
Tak kusangka, aku bisa ikut kakek menjelajahi waktu menggunakan mesin waktu ke masa depan! Aku sungguh penasaran seperti apa dunia di masa depan. Apakah dunia yang jauh lebih modern menungguku?
Kakek merahasiakan sesuatu yang besar dariku! Aku bisa tahu karena Kakekku sang ilmuwan tidak memperbolehkan orang-orang untuk memasuki ruang kerjanya. Hmm… aku yakin Kakek pasti sedang membuat penemuan besar. Penemuan yang akan mengguncang dunia. Aku penasaran, tapi aku yakin Kakekku yang eksentrik itu pasti akan menceritakan rahasianya padaku, sang cucu kesayangannya. Yang aku tidak sangka …
Perjalanan waktu kami kali ini sedikit berbeda. Untuk pertama kalinya, Kakek membawaku mengunjungi Amerika untuk bertemu pencipta mesin telegraf, Samuel Morse! Bersama asistennya, Samuel Morse menciptakan serangkaian alfabet baru untuk digunakan dalam mesin pengantar pesan, telegraf. Sungguh penemuan bersejarah yang mengubah zaman
Tup and Tip had fun, Tip jumped up Tup jumped down. Tup and Tip did stunts
"Ten tiny tadpoles, wriggling in a line. One went chasing dragonflies, so that left...nine! Follow the adventures of these bright, bold tadpoles in this peek-through counting book!"