Wagimin bimbang antara mempertahankan layangan atau menukarnya dengan pil kina yang bisa menyembuhkan sakit emaknya. Masalahnya, pil kina itu pemberian Jan, salah satu serdadu Belanda. Wagimin membenci Belanda, tapi Jan berbeda. Layangan membuka persahabatan kecil di tengah perang revolusi. Apakah Jan bisa dipercaya saat mengatakan bahwa ada mata-mata Belanda di antara para gerilyawan?
Buku hasil karya Literasi anak indonesia ini merupakan buku yang cocok usia Tumbuh usia 6-8 tahun
Hujan adalah waktu yang tepat untuk bernostalgia. Aroma petrichor, suara rintik, dan guntur tiba-tiba memutar ulang kenanganmu saat pertama kali merasakan cinta monyet pada teman sekolah, hubungan asmaramu dengan pasangan yang toxic, hingga kehilangan seseorang yang sangat kamu cintai. Epiphany merupakan alih wahana dari tiga lagu Reza Darmawangsa yang berjudul “Want Me Too”, “I’m in Lo…
Malam ini, kamu dipaksa untuk menengok ke belakang sampai lehermu pegal. Kamu dipaksa untuk berkejar-kejaran dengan waktu untuk kembali memunguti potongan masa lalu. Beragam ekspresi wajah ayahmu seketika hadir membayang: bahagia, sedih, bangga, marah, murung, kecewa, dan aneka ekspresi lain yang kamu terlalu lugu untuk mendefinisikannya. Meskipun begitu, kamu yakin betul, masih banyak wajah…
Cara Lain adalah Kucing. Mi dan Ma dan Mo tidak pernah menyaksikan kucing seperti Nona Gigi. Sebab Nona Gigi adalah Kucing Luar Biasa— kucing yang di luar kebiasaan. Nona Gigi adalah Cara Lain untuk menjaga Mi dan Ma dan Mo ketika Bapak dan Ibu Mo keluar rumah mencari uang. Sebab di Kota Suara, semua uang di dasar laut telah dijarah para perompak, uang di bawah tanah telah dikeruk para peramp…
Nisa dan adiknya, Salsa, menemukan sebuah boneka di taman kota. Mereka sepakat untuk membawanya pulang. Anehnya, ekspresi wajah boneka itu bisa berubah-ubah. Mereka jadi ketakutan. Sepertinya, ada sesuatu tentang boneka itu