In 1907, when she was twenty-five and not yet a published novelist, Virginia Stephen had everything still to prove. She felt herself to be at a crossroads: “I shall be miserable, or happy; a wordy sentimental creature, or a writer of such English as shall one day burn the pages.” Today her prose is still blazing; perhaps it burns brighter than ever. This is the story of how a determined …
Novel bergenre remaja itu berkisah tentang seorang Asdar, sang tokoh utama dalam pencarian makna hidup. Kisah yang berlatar tempat di Desa Talumae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) itu banyak menonjolkan nilai patriotisme dan kecintaan terhadap tanah air. Namun tidak meninggalkan sentuhan remaja yang penuh romantisme cinta dan air mata.
Setelah “musuh besar” kami lolos, dunia paralel dalam situasi genting. Hanya soal waktu, pertempuran besar akan terjadi. Bagaimana jika ribuan petarung yang bisa menghilang, mengeluarkan petir, termasuk teknologi maju lainnya muncul di permukaan Bumi? Tidak ada yang bisa membayangkan kekacauan yang akan terjadi. Situasi menjadi lebih rumit lagi saat Ali, pada detik terakhir, melompat ke por…