Paulo Coelho’s By the River Piedra I Sat Down and Wept is a poignant and poetic story that talks about the depth of love and life and includes elements of paganism and female aspect of divinity. The protagonist of the story is an independent young woman Pilar who is fed up of her university life and is on a quest to find the real meaning of life. Her life takes an unexpectedly interesting …
Seri ini mengisahkan tentang seorang gadis cilik bernama Janet dan keluarganya yang sangat menyayanginya. Mamanya suka mencium Janet, Papanya suka menggelitiknya. Kakek dan Neneknya suka bercerita padanya. Saudara-saudaranya, walaupun tidak pernah setuju mengenai apapun, mereka sama sama sayang Janet. Paman dan Bibinya suka mengajak Janet ke berbagai tempat. Mungkin setiap anggota keluarganya m…
:: SEKUEL SENIOR :: Harusnya semua jadi indah ketika pacar elo balik lagi ke Indonesia setelah LDR-an penuh Skype selama tiga bulan. Dan ya, Aluna girang bukan main waktu Nakula kembali dari Seville untuk kembali bersekolah di Sevit bersamanya. Hidup Aluna kembali menjadi sempurna. Sampai akhirnya Nakula mulai bersikap tidak menyenangkan. Aluna heran mengapa Nakula cemburu bukan main kepada …
Ceony Twill tiba di pondok Penyihir Emery Thane dengan perasaan kecewa. Meskipun lulus dengan peringkat tinggi dari Tagis Praff School, masa magangnya harus dihabiskan sebagai Pengendali Kertas, bukan sebagai Pengendali Besi, sebagaimana mimpinya selama ini. Dan sekali dia terikat pada kertas, maka kertas akan menjadi satu-satunya sihir yang Ceony kuasai ... selamanya. Ternyata, menjadi Peng…
Buku ini menguak sejarah kelam Kerajaan Majapahit untuk mengungkap fakta-fakta historis yang jarang disadari oleh masyarakat. Disajikan konflik-konflik kekuasaan yang pernah terjadi dalam perjalanan Majapahit. Juga tumbal-tumbal asmara yang mewarnai konflik tersebut.
Kisah lanjutan dari 'Malik & Elsa' yang terbit tahun 2018.
Emma Woodhouse is one of Austen's most captivating and vivid characters. Beautiful, spoilt, vain and irrepressibly witty, Emma organizes the lives of the inhabitants of her sleepy little village and plays matchmaker with devastating effect.
As the only black barber in a county of sharecroppers during the 1920s, Uncle Jed traveled for miles to tend to his customers. Saving his money to build his very own barbershop was a dream that had to be postponed because of his generous heart and the Depression. Then one glorious day, his 79th birthday, Uncle Jed finally opened the doors of his new shop. Full color.
Nasrudin Hoja, adalah figur sufi yang dipercaya hidup sekitar abad ke-13 di Turki. Nasrudin biasanya tampil dengan keledainya yang khas hampir di setiap waktu. Nasrudin Hoja, atau "Hoja" sendiri memiliki arti `guru`. Ketika ia masih muda, ia banyak membuat ulah yang menarik untuk dijadikan pelajaran bagi teman-temannya. Hingga ia dewasa, ia menjadi seorang yang bijak. Ia hidup di lingkunga…