Okta dan Alfa ingin berlibur ke Museum Sains, tetapi orang tua mereka harus pergi bekerja. Jadi, Okta dan Alfa akan menghabiskan liburan di rumah kakeknya. Mereka mengira liburan ini akan menjadi liburan yang membosankan. Namun, tunggu sampai mereka tahu kejutan dari Kakek
Rumah Tata mengalami banjir. Ia lalu membantu Ayah dan Ibu dengan menemani Rahil. Genangan air di dalam rumahnya makin tinggi sehingga menghanyutkan mainan kesukaan Rahil. Itu membuar Rahil, adiknya, terus menangis dan ingin mengejar mainnya. Duh, apakah Tata berhasil menenangkan Rahil di tengah rumah mereka yang tengah kebanjiran?
Dito ingin menempati peringkat teratas di gim Kota Baru bersama teman-temannya. Dia bahkan sampai membuka tabungannya untuk membeli voucher gim. Saat peringkat mulai meningkat, Dito mendengar kabar beberapa temannya melakukan hal curang. Apakah Dito akan mengikuti teman-temannya berbuat curang?
Ayah dan Ibu sibuk dengan Adik. Aku mulai iri. Namun aku sudah besar. Bolehkah aku ikut mengasuh adik?
Cemong selalu iri melihat kucing-kucing yang mengenakan kerincing. Baginya, kerincing melambangkan rumah dan kasih sayang. Bisakah ia memiliki kerincing yang diimpikan? Ia hanyalah kucing liar tak bertuan. Suatu hari seseorang justru menangkapnya. Cemong bingung dan takut. Ia akan dibawa ke mana?
Atu Tobe, anak Desa Boti Dalam, NTT, mulai bersekolah. Atu takut berteman dengan anak Boti luar. Atu juga menderita memakai sandal. Bagaimana Atu menjalani hari-hari pertamanya di sekolah?
Among Mrs. Brice's 25 mice, all but one do everything together. And this mouse's difference ‘comes in handy when the mice meet a cat, and while twelve run this way and twelve run that, this mouse runs this way and that, wearing out the cat and saving them all.
Though he is used to the city streets, Barney's horse becomes frightened of the noisy new overhead trains.
He likes his new room and his new street. The policeman and the mailman are very nice. But what Freddy really needs are friends -- and he looks everywhere until he finds them!