Ragil diminta guru kelasnya untuk ikut pentas saat perpisahan, tentu saja bersama teman-teman kelasnya. Namun, Ragil merasa keberatan, begitu juga dengan DImas, teman Ragil. Mereka beranggapan tidak ada yang bisa dipentaskan.
Gadis kecil bernama Eli suka mengkreasikan aneka benda dari kardus bekas. Kreasi Eli dapat membawanya ke sebuah dunia imajinasi. Kali ini, Eli membuat sebuah perahu kardus yang akan membawanya ke hutan belantara!
Akhirnya, Nan bisa kembali ke rumah. Nana rindu sekali dengan rumah, terutama dengan teman temannya. Dia ingin bermain bersama lagi. Namun, Nana takut semua akan menjauhinya. Apakah Nana berhasil melawan ketakutannya? Baca kisah selengkapnya dalam buku ini.
Ada lomba boling kelompok di sekolah. Ali dan Ivan kebetulan satu kelompok. Namun, Ali pesimis akan menang. Mengapa begitu? Sementara itu, Ivan sangat bersemangat. Ayo, kita saksikan bagaimana mereka bekerja sama!
Di sekolah, Ara belajar tentang keindahan rupiah. Sesampai di rumah, ia sangat bersemangat untuk bercerita tentang keindahan yang ada dalam uang kertas Rp 1.000, Rp. 2.000, dan Rp. 5.000. Bagaimanakah keindahan dalam uang kertas tersebut? Mengapa Ara tetap ingin menyimpan uang Rp. 1.000 miliknya?
Ada kuda renggong, kesenian tradisional khas Sumedang. Ternyata Nanang sudah dikhitan. Pantas saja dia boleh naik kuda renggong dan diarak keliling kampung. Dia juga dapat banyak kado. Bangja ingin dikhitan seperti Nanang. Tetapi, Bang Galih bilang dikhitan itu sakit. Seperti apa rasanya? Apakah Bangja berani dikhitan? Lalu, apakah Bang Galih berani dikhitan? Apakah mereka berdua jadi naik ku…
Mama mengajari Elsa menenun. Ternyata menenun itu susah. Elsa memilih bermain bersama teman temannya. Namun, saat melihat kain kain tenun yang dijual di Kelimutu, Elsa kagum. Elsa pun belajar menenun di rumah Mama Martha. Berhasilkah Elsa menyelesaikan kain tenun pertamanya?