Turn up the heat- the bubbles quicken. And then my plot begins to thicken. Join one lucky little girl as she learns the recipe for making the perfect story. A pinch of good, a dash of bad, some big words, and carefully cut out characters all provide the ingredients for a truly delicious read!
Push, pull and slide the tabs to hop aboard in Busy Trains ! Enjoy watching the steam puff out of an engine, going through a crossing and chugging along the railway.Young children will love playing with this bright and colourful board book with a gentle rhyme and wonderful illustrations by Jo Byatt. Busy Trains has been endorsed and recommended by Dr Amanda Gummer's Good Toy Guide.Discover more…
Sambil bersembunyi di bawah jembatan, Troll si monster garang suka meneriakkan kata-kata buruk. Dia meneriaki hewan-hewan yang lewat dengan megafon kesayangannya. Semua hewan jadi takut padanya. Namun, sewaktu Kelinci datang ke sarangnya, Troll bersikap berbeda. Kelinci tidak takut pada Troll. Apa?! Lalu, apa yang akan Troll lakukan untuk menghadapi Kelinci? Hidden under the bridge, Trol…
Joe has never been 'cool' or 'hot' - he'd rather slog over a brand new recipe than spend hours obsessing over an Instagram image. When dating app Mate Match is launched to connect with teens at other schools, suddenly Joe has got to learn the rules of the dating game and big sister Georgia and her boyfriend Aaron are on hand to teach him everything he needs to know. And it seems the trick to su…
Saat besar nanti, cita-citaku mau jadi apa, ya? Kata Mama, aku bisa menjadi seorang TENTARA! Profesi apa itu? Yuk, cari tahu semua hal tentang Tentara dalam buku ini!
Suwidak Loro adalah seorang gadis dengan rambut enam puluh helai dan dua gigi. Namun, Mbok Randa amat yakin bahwa putrinya cantik tiada tara. Dia selalu menyanyikan lagu yang memuji putrinya itu. Raja pun ingin melihat kecantikan Suwidak Loro. Apa yang terjadi dalam perjalanan Suwidak Loro menuju istana?
Terompah Sultan Gajadean hilang! Dia menuduh kakak iparnya, yaitu Sultan Jafar Nur, yang mencurinya. Namun, Sultan Gajadean tak berani langsung bicara pada Sultan Jafar Nur. Dia memilih untuk membalas dendam. Pada saat mengirim upeti, Sultan Gajadean mengganti isi upetinya dengan sampah. Sultan Jafar Nur pun murka. Apa yang terjadi kemudian? Akankah Sultan Gajadean berhasil meredakan kemarahan …