I’m Sadie and I’m nearly nine. Mum’s a childminder, but she doesn’t have to mind me. I can mind myself, easy-peasy. Lucky for Mum, because now she’s got the flu, so I’ve got to mind her — and help with all the babies! The Mum-Minder is a hilarious, lively and warm-hearted account of a chaotic week in the life of a young girl.
When Bluey is on a family camping trip, she meets a new friend, Jean Luc. Join them as they plant a tree, hunt a "wild pig" and learn about the magic of friendship
Sebelas pemain dikumpulkan dari berbagai tempat. Tanah Papua, Pulau Sumbawa, Sumatera, Bali, Jawa dan berbagai tempat lain. Sebelas pemain dikumpulkan untuk membentuk tim tangguh. Yang bersiap mengalahkan Real Madrid, Manchester United, Barcelona, dan klub-klub besar Eropa dan Amerika Selatan. Inilah kisah tentang sebelas anak-anak berbakat Nusantara. Apa pentingnya sepakbola bagi mereka?…
Join Allosaurus, Spinosaurus and Brachiosaurus on their exciting adventures. Perfect to read together!
Roman keempat, Rumah Kaca, memperlihatkan usaha kolonial memukul semua kegiatan kaum pergerakan dalam sebuah operasi pengarsipan yang rapi. Arsip adalah mata radar Hindia yang ditaruh di mana-mana untuk merekam apa pun yang digiatkan aktivis pergerakan itu. Pram dengan cerdas mengistilahkan politik arsip itu sebagai kegiatan pe-rumahkaca-an.
Roman bagian pertama Tetralogi Buru; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan di mana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.
Roman bagian kedua Tetralogi Buru; Anak Semua Bangsa, adalah periode observasi atau turun ke bawah mencari serangkaian spirit lapangan dan kehidupan arus bawah Pribumi yang tak berdaya melawan kekuatan raksasa Eropa. Di titik ini Minke diperhadapkan antara kekaguman yang melimpah-limpah pada peradaban Eropa dan kenyataan di selingkungan bangsanya yang kerdil. Sepotong perjalanannya ke Tulangan …
Minke memobilisasi segala daya untuk melawan bercokolnya kekuasaan Hindia yang sudah berabad-abad umurnya. Namun Minke tak pilih perlawanan bersenjata. Ia memilih jalan jurnalistik dengan membuat sebanyak-banyaknya bacaan Pribumi. Yang paling terkenal tentu saja Medan Prijaji. Dengan koran ini, Minke berseru-seru kepada rakyat Pribumi tiga hal: meningkatkan boikot, berorganisasi, dan menghapusk…