"Martin The Demon Rises" is a popular urban fantasy comic by Vernalta (Vernando A) published by Penerbit Andam. It follows the adventures of Martin and his friends as they battle dark monsters and threats—including powerful Lord Demons—to protect their hometown of Lapet
Malam ini, kamu dipaksa untuk menengok ke belakang sampai lehermu pegal. Kamu dipaksa untuk berkejar-kejaran dengan waktu untuk kembali memunguti potongan masa lalu. Beragam ekspresi wajah ayahmu seketika hadir membayang: bahagia, sedih, bangga, marah, murung, kecewa, dan aneka ekspresi lain yang kamu terlalu lugu untuk mendefinisikannya. Meskipun begitu, kamu yakin betul, masih banyak wajah…
Asyik, sore telah tiba! Poni siap untuk berjalan-jalan bersama Beni. Namun, Beni belum keluar juga. Poni jadi bosan. Apa yang bisa Poni lakukan, ya? Aha, Poni punya ide! Wah, sepertinya itu bukan ide yang bagus! Aduh, jangan Poni! Jangan lakukan itu!
Kota kecil itu dipenuhi polusi. Kendaraan bermotor, pembakaran sampah, dan asap pabrik telah mengotori udara. Uhuk-uhuk-uhuk! Anak-anak batuk-batuk. Permainan mereka terhenti. Bunbun dan Papap terlihat panik. Sambil mengajak Kaka dan Dede, mereka pun beraksi! Ayo, ikuti kisah kepanikan mereka! Dapatkan juga informasi tentang polusi dan cara mengatasinya!
Keberadaan geng, preman, dan milisi telah menjadi ciri yang melekat dalam kehidupan sosial-politik di Indonesia. Selama masa Orde Baru, mereka digunakan sebagai alat untuk menegakkan tertib sosial versi negara dan melanggengkan kekuasaan rezim, misalnya “kewenangan” yang dimiliki organisasi pemuda untuk menggebuk para pengkritik rezim dengan mengatasnamakan Pancasila. Demokratisasi pasca…