Famed for her sharp, profound, and amusing remarks on human nature, life, and society, Jane Austen was a novelist who was highly regarded and greatly celebrated in her own time. However, her appeal is as great as ever, and her insights remain as fresh and relevant today as they were in her time. Containing a host of quotations displaying Austen's sharp -- indeed, often wicked -- wit, this wo…
Charles Dicken's writing is renowned for its pithy humor, satirical put downs, and humorous characterization! This collection contains some of the finest examples of his wit.
The greatest leader, statesman and orator of his day, Winston Churchill's influence is vast and his wit legendary! This unrivaled tribute includes many fine examples of his observations.
Ungkap kehidupan tokoh-tokoh terkemuka di berbagai bidang. Semua menghasilkan karya luar biasa dan mereka memulainya sebagai anak-anak dengan mimpi besar! Stephen Hawking kecil suka memandang bintang-bintang dan memiliki banyak pertanyaan tentang antariksa. Meski tak pernah menjadi bintang kelas, rasa ingin tahunya itu membawanya kuliah di dua universitas terbaik di Inggris: Oxford dan Cambridg…
Masa Kecil yang Gemilang Mujica yang lahir di Montevideo, Uruguay pada tahun 1935 lebih cerdas dari anak seumurannya sehingga mulai sekolah sejak usia dini. Setelah kematian ayahnya, ekonomi keluarga merosot dan Mujica membantu ibunya dengan mengantar bunga. Menjadi Gerilyawan Mujica yang sejak muda sangat tertarik pada politik, melangkahkan kaki memasuki dunia politik karena tidak puas pada pe…
Soekarno adalah orang yang pertama kali memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 19 Agustus 1945. Sejak kecil, dia banyak belajar tentang kepemimpinan dari orang- orang besar. Soekarno juga mengajak warga pribumi untuk memperjuangkan kemerdekaan negara kita. Bagaimana kisah Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia?
Lahir dari keluarga kaya di Batavia, MH Thamrin berikhtiar memperbaiki kehidupan warga miskin lewat Dewan Kota dan kemudian Dewan Rakyat—lembaga yang kerap dianggap sebagai boneka pemerintah kolonial. Di sanalah dia bersuara lantang memperjuangkan nasib kaum bumiputra. Saat Sukarno, salah satu tokoh gerakan nonkooperatif, ditangkap karena aktivitas politiknya, Thamrin—yang dijadikan simbol …
Kartini adalah kontradiksi: ia cerdas sekaligus lemah hati. Ia menyerap ide masyarakat Barat tapi tak takluk pada adat. Ia feminis yang dicurigai. Ia dianggap terkooptasi oleh ide-ide kolonial. Tapi satu yang tak bisa dilupakan: ia inspirasi bagi gerakan nasionalisme di Tanah Air. Kartini menyuarakan perubahan. Ia membawa perjuangan perempuan pada fase yang baru, tidak sekadar menuntut pengakua…
"Yang sakit itu Soedirman, tapi Panglima Besar tidak pernah sakit." Pagi itu, 19 Desember 1948, Panglima Besar bangkit dan memutuskan memimpin pasukan keluar dari Yogyakarta, mengkonsolidasikan tentara, dan mempertahankan Republik dengan bergerilya. Panglima Besar sudah terikat sumpah: haram menyerah bagi tentara. Karena ikrar inilah Soedirman menolak bujukan Sukarno untuk berdiam di Yogyaka…
Tan Malaka adalah simbol dari tekad dan semangat untuk merdeka, yang tak mengenal batas. Buku ini mengemas secara apik bagaimana perjuangan dan jatuh-bangun seorang pemuda yang menginspirasi untuk terus berjuang bagi tanah airnya agar terbebas dari segala bentuk penindasan dan penjajahan. Jika Anda adalah orang yang menghargai bagaimana prinsip dipertahankan hingga akhir, buku ini akan sangat c…