Kota kecil itu dipenuhi polusi. Kendaraan bermotor, pembakaran sampah, dan asap pabrik telah mengotori udara. Uhuk-uhuk-uhuk! Anak-anak batuk-batuk. Permainan mereka terhenti. Bunbun dan Papap terlihat panik. Sambil mengajak Kaka dan Dede, mereka pun beraksi! Ayo, ikuti kisah kepanikan mereka! Dapatkan juga informasi tentang polusi dan cara mengatasinya!
Roman bagian kedua Tetralogi Buru; Anak Semua Bangsa, adalah periode observasi atau turun ke bawah mencari serangkaian spirit lapangan dan kehidupan arus bawah Pribumi yang tak berdaya melawan kekuatan raksasa Eropa. Di titik ini Minke diperhadapkan antara kekaguman yang melimpah-limpah pada peradaban Eropa dan kenyataan di selingkungan bangsanya yang kerdil. Sepotong perjalanannya ke Tulangan …
Roman keempat, Rumah Kaca, memperlihatkan usaha kolonial memukul semua kegiatan kaum pergerakan dalam sebuah operasi pengarsipan yang rapi. Arsip adalah mata radar Hindia yang ditaruh di mana-mana untuk merekam apa pun yang digiatkan aktivis pergerakan itu. Pram dengan cerdas mengistilahkan politik arsip itu sebagai kegiatan pe-rumahkaca-an.