Anak-anak dan para nabi, keduanya sama-sama mempunyai visi dan imajinasi yang kreatif mengenai dunia dan cara mengelolanya. Yang membedakannya yaitu bahwa nabi-nabi dengan cara yang tepat dan terpuji mampu membagikan visinya kepada orang lain, sedangkan anak-anak sekedar menikmatinya. Melalui cerpen-cerpennya dalam buku ini, Tagore menunjukkan bahwa dirinya adalah anak-anak sekaligus nabi.
"Aku telah membuktikan bahwa siapa pun, tanpa berlatih sebelumnya, jika dia menggunakan pikirannya, dapat memainkan perannya yang absurd menuju kesempurnaan."
Karya epik legendaris Tolkien yang mendahului "THE LORD OF THE RINGS" Ketiga Silmaril adalah batu-batu permata sempurna buatan Fëanor, Elf yang paling cemerlang di antara seluruh rasnya. Ketika permata-permata itu dicuri Morgoth, Penguasa Kegelapan pertama, untuk memenuhi maksud dan tujuannya sendiri, Fëanor dan kaum kerabatnya mengangkat senjata dan mengobarkan perang dahsyat yang be…