Araya dapat kiriman berbagai jenis olahan matcha dari sepupunya, kak Nara. Kebetulan Kak Nara baru membuka kafe khusus matcha, awal mencoba seduhan matcha, Araya kurang suka karena rasanya aneh. Lalu bagaimana dengan olahan matcha lainya, ya? Apa Araya tetap tidak suka atau malah jadi pencinta matcha ?
Lia, Neni, dan Rena adalah besties yang tak terpisahkan. Walau Lia dan Neni sering bertengkar soal nilai, Rena selalu bisa mendamaikan mereka. Hingga suatu hari, semua berubah ketika Lia pindah sekolah tanpa memberi tahu Neni dan Rena. Kenapa Lia bersikap seperti itu? Bukannya selama ini mereka sahabat? Komik Next G ini , berisi 5 cerita yang seru: 1. Joevanca Ashaki Putri A. & Satrio (Seri…
Packed with beautiful and engaging photos, this new leveled reader dives into the amazing world of foxes. Kids will learn all about fascinating foxes, including where they live, how they hunt, and what their families are like. National Geographic Readers' combination of expert-vetted text, brilliant images, and a fun approach to reading have proved to be a winning formula with kids, parents, an…
Saking sukanya membaca cerita misteri, Adik sering diam-diam meminjam novel misteri milik Kakak. Mengetahui itu, Kakak jadi semangat mengajak Adik berburu ke sebuah toko buku horor. Hm, seperti apa ya, tempatnya? Akankah mereka mengalami kejadian horor? Komik Next G ini , berisi 5 cerita yang seru: 1. Afifa Rahmi Mufida & Satrio (Toko Buku Horor) 2. Ni Luh Gita Maheswari M. & Indha (Hari P…
Saking sukanya membaca cerita misteri, Adik sering diam-diam meminjam novel misteri milik Kakak. Mengetahui itu, Kakak jadi semangat mengajak Adik berburu ke sebuah toko buku horor. Hm, seperti apa ya, tempatnya? Akankah mereka mengalami kejadian horor? Komik Next G ini , berisi 5 cerita yang seru: 1. Afifa Rahmi Mufida & Satrio (Toko Buku Horor) 2. Ni Luh Gita Maheswari M. & Indha (Hari P…
Arisa merasa tidak percaya diri dengan gaya gambarnya selama ini. Jika dibandingkan dengan karya orang lain, gambar karya Arisa sedikit sekali yang memberi like atau komentar. Apa Arisa harus mengubah gaya gambarnya seperti orang lain, agar karyanya banyak yang suka? Atau tetap dengan gayanya sendiri?