This is an intensive study of Indonesian politics from the attainment of full independence in December 1949 to the proclamation of martial law in March 1957, and President Soekarno's subsequent establishment of "guided democracy". It is intended as a contribution to the ongoing discussion of democracy in the new states of Asia and Africa, of the ways in which Western political institutions are …
Winner of the Children's Choice Book of the Year Award for grades 5-6 Did you know fortune cookies aren't even found in China? Or that alligators don't actually live in the sewers of New York City? Want to prove it to your friends? This book gives kids the tools to break and bust wild and wacky myths from around the world. These myths reveal a broad range of historical and scientific truths…
Just arrived in Paris and looking for adventure, D'Artagnan finds more than he bargains for. Within hours he has offended three of the King's musketeers - and has to duel with all of them! Within days he's in love...and embroiled with spies, politicians, English noblemen, and being seduced by the most beautiful - and deadly - woman in France: Milady de Winter! Filled with intrigue, mystery, pas…
Ketika Timor Timur berpisah dari Indonesia, perpisahan juga terjadi di antara kakak-beradik yang saling menyayangi. Mereka hidup dalam kondisi dan lokasi yang berbeda oleh sebab yang tidak mereka mengerti. Merry tinggal berdua dengan ibunya di sebuah kamp pengungsian di Kupang, NTT. Sementara kakak laki-lakinya, Mauro tinggal bersama pamannya di Timor Leste. Secercah harapan mekar kala suatu ha…
Cerita ini berkisar tentang semangat juang Zainuddin, bagaimana merana dan melaratnya hidup Zainuddin setelah cintanya ditolak oleh keluarga Hayati. Kemudian beliau bangun semula dari segala kedukaan, membuka lembaran baru dalam hidupnya menjadi seorang penulis yang ternama dan berjaya. Ia menceritakan tentang kesetiaan, cinta dan kasihnya Zainuddin terhadap Hayati. Meski Hayati sudah berkahwin…
Anak-anak dan para nabi, keduanya sama-sama mempunyai visi dan imajinasi yang kreatif mengenai dunia dan cara mengelolanya. Yang membedakannya yaitu bahwa nabi-nabi dengan cara yang tepat dan terpuji mampu membagikan visinya kepada orang lain, sedangkan anak-anak sekedar menikmatinya. Melalui cerpen-cerpennya dalam buku ini, Tagore menunjukkan bahwa dirinya adalah anak-anak sekaligus nabi.
"Aku telah membuktikan bahwa siapa pun, tanpa berlatih sebelumnya, jika dia menggunakan pikirannya, dapat memainkan perannya yang absurd menuju kesempurnaan."