Paul E. Griffiths criticizes contemporary philosophy of emotional for failing to take an evolutionary perspective and address recent work in neurobiology and cognitive science. Griffiths review the three curent models of emotion, points out their deficie
Setiap orangtua pastilah berkeinginan mencintai dan tidak ingin melukai hati anak-anaknya. Kenyataannya, ada saja "alasan" untuk memarahi anak--sulit dibangunkan, malas belajar, tidak menurut orang tua, dan sebagainya. Begitu kemarahan itu terjadi sekali, dua kali, lalu berkali-kali, ia akan menjadi kebiasaan dan mewarnai kehidupan keluarga.