Tanaya kesal karena Ibu membatasinya jajan camilan manis dan hanya menyediakan camilan sehat di rumah. Tentu saja Tanaya tidak mau memakannya dan merasa Ibu tidak adil padanya. Diam-diam, Tanaya mengambil uang dari dompet Ibu supaya bisa jajan makanan kesukaannya, sekalian mentraktir dua sahabatnya, Fay dan Nayla. Tapi, benarkah semuanya aman dari pengawasan Ibu?
Sebagai ketua murid, Jeni diberi tugas oleh Pak Guru untuk mengantarkan buku ke ruang audio visual. Saat akan menuju ke sana, tiba-tiba saja lampu di lorong tangga sekolah menjadi redup. Tidak hanya itu, mulai terdengar suara tangisan yang entah dari mana asalnya. Semakin lama suara tangisannya semakin kencang. Jeni panik. Haruskah ia mengeceknya atau mengabaikannya?
Cerita Si Juki memang ga pernah jauh2 dari isi kantong alias dompet. Kali ini pun, cerita Si Juki berkisar tentang bagaimana cara menabung yang baik.
Besok ada ulangan, tapi Aulia tidak mood belajar dan lebih memilih main gim dan menonton anime. Supaya tidak ketahuan Mama, Aulia pura-pura membuka buku layaknya sedang belajar. Keesokan paginya, Aulia berangkat sekolah dengan perasaan gelisah karena tidak belajar. Bisakah ia menjawab semua soal ulangan dengan lancar?
Kalau sudah bareng sahabat, pasti banyak hal menyenangkan yang bisa dilakukan. Apalagi, kalau bisa menghabiskan waktu bersama seharian. Tentu banyak pengalaman seru dan tak terlupakan. Seperti yang dialami oleh Azira dan sahabatnya. Biar tidak penasaran, ikuti keseruan persahabatan mereka, yuk!
"Vela di rumah Nina, ya. Velo di rumah Didi." Velo dan Vela, si kembar bertingkah usil harus menghadapi kenyataan kalau mereka akan tinggal terpisah sementara waktu. Namun, jarak yang jauh tidak membuat Vela dan Velo berhenti saling usil karena mereka punya kekuatan telepati! Tapi ... mereka mulai merasa rindu dengan keluarga. Ikuti keseruan Vela, Velo, dan kekuatan ajaib…
Si Juki dan Mang Awung kembali jalan-jalan keliling Nusantara. Kali ini mereka menyambangi Lombok. Mang Awung ingin menemukan keberanian. Berbagai lokasi dituju untuk menemukan keberanian itu. Berhasilkah Si Juki membantu Mang Awung menemukan keberaniannya? Ikuti kisahnya di komik Si Juki Jalan-Jalan Nusantara: Mandalika - Lombok!
Ibu meminta Mira mulai belajar berhijab karena sudah kelas 6, tapi Mira langsung menolak. Ia merasa berhijab itu gerah, ribet, dan tidak bisa lagi memakai aksesori rambut favoritnya. Namun saat curhat pada Rika, sahabatnya yang sudah berhijab, Mira justru terkejut melihat berbagai gaya hijab yang cantik dan nyaman. Rasa penasarannya pun muncul. Akankah Mira mulai mencoba berhijab dengan gayanya…