Swift's ferocious, landmark eighteenth-century political satire on how to solve a famine in Ireland
Jenny Erpenbeck meditates on the disappearance and impermanence of things. Whether recalling the demolition of familiar places, the loss of a friendship, or a change in social attitudes, Erpenbeck's sharp intelligence, eye for telling detail, and her nuanced perspective on her country's history and her own writing lifeimbue these short pieces with lasting power.
Dua belas esai Albert Camus dalam buku ini adalah esai yang merekam renungan-renungannya tentang manusia, tentang kehidupan, tentang kematian. Liris, karena kesemua itu dikisahkan dengan akrab pada latar beragam yang terbentang dari Tipasa, Djemila, Algeris, sampai New York. Membaca esai-esai ini pembaca akan menemukan dirinya berkunjung ke “kota-kota tanpa masa lalu”, di mana di sepanjang …
BFFs examines female friendship as a site of radical intimacy, as told through the cultural touchstones around us. From Elena Ferrante to Booksmart, Little Women to Insecure, and beyond, the book considers how female friendships can offer a more expansive and emancipatory understanding of female intimacy.
Kau akan menjumpai sentilan tajam di sana-sini dalam Kisah-Kisah Perdagangan Paling Gemilang, terutama yang ditujukan kepada orang-orang yang dengan enteng menggunakan agama untuk semua perkara. Tapi, Ben Sohib selalu jenaka, jadi pasrah sajalah diajak bertamasya menyusuri cerita-cerita ajaibnya.
Teks dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dari bahasa Jepang ; Beras adalah sekumpulan cerita pendek bertemakan makanan karya penulis-penulis yang besar pada masanya di Jepang, mulai dari buah-buahan, bahan makanan, sampai permen dan gula-gula. Sepanjang kita hidup, makanan selalu menjadi saksi keseharian kita. la menutrisi, memberikan energi untuk kita menjalani hidup sehari-hari, dan terkadan…