Mato si pohon matoa setiap hari bersedih. Ia merasa kesepian dan ingin sekali seperti Cesi si Cenderawasih yang bisa terbang sesuka hati.
Sejak Ayah tiada, Ibu Sumi berjualan es cendol untuk menghidupi keluarga. Sumi ingin meringankan pekerjaan Ibu. Setiap pulang sekolah ia selalu membantu. Sedotan bekas es cendol tidak Sumi buang. Ia tahu bahwa membuang sedotan dapat mengotori lingkungan. Sedotan dia kumpulkan. Terkadang, ia merakitnya menjadi mainan. Hmm... Kira kira apa yang akan dibuat Sumi dari sedotan sedotan bekas itu ya?…
Aku lapar, lapar, lapar! Soka punya teman sebuah boneka. Hana namanya. Dia suka melahap apa saja! "Aku lapar!" kata Hana. Soka memandang halaman rumahnya. Dia tahu akan memasak apa untuk Hana!
Arvin punya tetangga baru yang bernama Devan. Arvin memberi Devan kue sebagai tanda perkenalan. Akan tetapi, Arvin mergoki Devan dan ibunya sedang memberikan kue pemberiannya kepada orang lain. Di kelas Arvin melihat Devan juga tidak memakan kue ulang tahun teman mereka. Ada apa ya dengan Devan? Aoakah Arvin berhasil mengetahui rahasia Devan? Lalu apa yang terjadi selanjutnya dengan mereka? Nah…
Saat melakukan tugas Pramuka, Kirana sampai di sebuah rumah. Seorang nenek tampak duduk termenung. Kirana penasaran, mengapa nenek it bersedih? Begitu tahu oenyebabnya, Kirana merencanakan satu misi. Misi apakah itu? Segera baca yuk!
Nara ingin sekali bisa memiliki telok abang, yang ada hanya pada saat perayaan ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Apakah telok abang itu? Mengapa Nara ingin sekali memilikinya?
Semua pasti tahu wabah Covid-19. Begitu juga dengan Melimbo yang tinggal di tengah hutan Taman Nasional Bukit Dua Belas, Provinsi Jambi.
Teman teman Alina sangat suka bermain rangku alu. Mereka terlihat gembira pada saat menari di atas bambu yang bergerak berirama. Alina ingin juga bergembira bersama teman temannya. Namun, irama bambunya terdengar sangat cepat. Kapan Alina harus meloncat dan melompat? Bagaimana Alina bisa mengikuti irama bambunya?