Franklin sudah bisa meluncur di tepi sungai. Ia sudah bisa menghitung angka maju dan mundur. Bahkan, ia sudah bisa menarik ritsleting dan mengancingkan bajunya sendiri. Tetapi, Franklin takut dengan ruang yang gelap dan kecil. Hal itu menjadi masalah baginya karena...
Salah satu bakat paling besar dalam diri manusia memang menjadi binatang: makhluk tingkat ketiga sesudah benda dan tetumbuhan. Binatang plus akal adalah kita. Binatang plus akal plus tataran-tataran lain dari spiritualisme adalah kesempurnaan yang seyogyanya diperjuangkan oleh manusia. Akan tetapi, binatang nampaknya lebih beruntung dibanding manusia. Dunia dan nilai mereka sudah niscaya dar…
Sepanjang masa hidupmu, kelak kamu akan menemui buah simalakamamu sendiri. Namun, tahukah kamu buah simalakama yang rasanya paling getir? Yang kesakitannya bukan hanya dirasakan oleh dirimu saja, melainkan harus dipikul oleh jutaan orang di sekitarmu. Inilah simalakama itu: Ibu sebagai jelmaan alam, Bapak berwujud pemerintah, dan Rakyat yang menjadi anak-anaknya. Bapak yang kau pikir mengay…
Aku dititipi perjuangan bersama engkau semua, anak-anak dan cucu-cucuku. Perjuangan yang meskipun engkau dikepung oleh kegelapan, tapi engkau tetap sanggup menerbitkan cahaya dari dalam dirimu. Meskipun terbata-bata di jalanan yang sangat terjal, engkau tetap mampu menata kuda-kuda langkahmu sehingga keterjalan jalan itu bergabung ke dalam harmoni tangguhnya langkah-langkahmu. Bahkan, sekali…
Surrounded by guards, fences, and desert, Japanese-Americans in an internment camp create a baseball field. A young boy tells how baseball gave them a purpose while enduring injustice and humilition. The first person narrative is moving.
Fearful of returning home to a violent father without having sold enough matches for the day, the Little Match Girl remains on the street resigned to warming herself by lighting matches. With each match, she sees a vision--a warm stove, a table laden with hot food, a beautiful Christmas tree decorated with lights leading up to the sky, so high that one becomes a shooting star. According to her…
It is the year 2030, and an e-mail message arrives at New York Café: 'I want to help people and make them happy!' But not everybody is happy about the e-mail, and soon the police and the President are very interested in the New York Café. "Cool. Because there is bomb in the story." Radya