Umat Islam memiliki ksatria-ksatria hebat sepanjang zaman. Keberanian dan kecintaannya pada jalan Allah mengantarkan kesatria-kesatria ini menjadi teladan bagi kita, generasi penerus Islam. Pada buku ini, kehebatan Khalid bin Walid ditampilkan. Dia adalah Pedang Allah yang Terhunus, seorang Sahabat Nabi yang gagah berani dan berjuang hanya untuk mencari ridha Ilahi.
Di perbatasan antara hidup dan mati, berdiri sebuah studio foto tempat mereka yang akan menyeberang ke alam baka singgah untuk memilih kenangan semasa hidup dan merangkainya dalam lentera kilas balik yang akan mereka saksikan sebelum melanjutkan perjalanan. Bersama Hirasaka, sang pemandu muda tanpa memori sedikit pun, para tamu dapat mendatangi kembali kenangan yang telah memudar dan mengabadik…
Zenitendo punya pesaing baru. Tatarimedo namanya. Toko ini hanya menjual jajanan jahat. Adu jajanan tak terelakkan, apalagi Tatarimedo berusaha merebut pelanggan Zenitendo. Zenitendo vs. Tatarimedo, siapa yang akan menang? Jajanan dalam buku ini, di antaranya: Wafer Pelahap Mimpi, Acar Plum Anti Keriput, dan Soda Mumi.
Di toko jajanan ajaib Zenintendo semua keinginan pembelinya bisa terwujud. Hanya saja, semua pertanyaan Beniko, pemilik toko, harus selalu dituruti. Jika tidak, nasib buruk akan jadi akibatnya... Jajanan dalam buku ini, di antaranya: Roti Gulung Pencuri, Kartu Balas Dendam, dan Tas Dokter Permen Soda.
It was right at dusk, and the street was busy, full of people looking for something for dinner. As we walked down the vibrant, narrow street, the place felt both very nostalgic and very much alive.
Every now and then, a customer like Gohtaro would come to the cafe after hearing the rumour that you could travel back in time.
In the fifth book in the sensational Before the Coffee Gets Cold series translated from Japanese, the mysterious café where customers arrive hoping to travel back in time welcomes four new guests: - The father who could not allow his daughter to get married - A woman who couldn't give Valentine's Day chocolates to her loved one - A boy who wants to show his smile to his divorced parents …
The only people one may meet while back in the past are those who have visited the cafe
The hour was late and Mr Bear was tired. But he could not sleep - however he tried and wherever he tried. SNORE, SNORE went Mrs Bear. TICK-TOCK, TICK-TOCK went the clock. Would he never get to sleep? The familiar noises, repetition and beautiful illustrations make this delightful picture book an all-time favourite with children and adults everywhere.