Saat menghadiri pameran foto, detektif James & Joey mendapat sebuah kasus. Hal-hal mencurigakan mereka rasakan selama penyelidikan, termasuk melihat cahaya silau dari hasil jepretan sebuah kamera, juga sebuah foto misterius. Apakah rahasia dari foto misterius tersebut? Adakah hubungannya dengan pencurian koleksi musium yang berharga mahal? Simak kisah seru detektif James & Joey selengkapnya, yuk!
Karena kantin sekolah sedang direnovasi, untuk sementara, semua murid harus membawa bekal dari rumah. Ellen jadi bingung, ibunya kan enggak pintar masak. Rasa masakannya pun sering keasinan. Tapi, Ibu semangat sekali membuatkan bekal untuk Ellen dan Adik. Bagaimana ya, rasa bekal buatan Ibu?
Lia paling malas keramas. Sampai-sampai harus berbohong kalau disuruh keramas oleh mamanya. Suatu hari, Lia merasa kepalanya sangat gatal. Ternyata, Lia kena serangan kutu rambut. Waduh, ia malu kalau sampai ketahuan teman-teman. Bagaimana ini?
Setelah mendapat petunjuk dari upacara Ayahuasca di Lembah Suci Urubamba, Gio berangkat ke Indonesia. Di Jakarta, dia menemui Dimas dan Reuben. Bersama, mereka berusaha menelusuri identitas orang di balik Supernova. Di Bandung, pertemuan Bodhi dan Elektra mulai memicu ingatan mereka berdua tentang tempat bernama Asko. Sedangkan Zarah, yang pulang ke desa Batu Luhur setelah sekian lama melang…
Ping merasa telah memiliki segala yang ia butuhkan. Dunianya yang damai di Pantai Batu Karas, rumahnya yang penuh alat musik di tepi Sungai Cijulang, seorang sahabat terbaik, serta kakek yang menyayanginya. Namun, diam-diam Ping menyimpan kegelisahan tentang masa depannya yang buram. Bakat musiknya yang istimewa tidak memiliki wadah, dan ia tidak berani bercita-cita. Hidup Ping jungkir balik…
Ayah Fei memberikan hadiah tiket rumah hantu untuk Fei dan teman-temannya. Mendengar cerita bahwa pernah ada pengunjung rumah hantu yang tersesat, Kiara menjadi ketakutan. Meski begitu, Fei dan teman-temannya tetap pergi. Begitu keluar dari rumah hantu, Kiara menghilang. Apa yang terjadi, ya?
Di Negeri di Ujung Tanduk kehidupan semakin rusak, bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi. Di Negeri di Ujung Tanduk, para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian. Tapi di Negeri di Ujung Tan…
Tetralogi ini dibagi dalam format empat buku. Dan roman keempat, Rumah Kaca, memperlihatkan usaha kolonial memukul semua kegiatan kaum pergerakan dalam sebuah operasi pengarsipan yang rapi. Arsip adalah mata radar Hindia yang ditaruh di mana-mana untuk merekam apa pun yang digiatkan aktivis pergerakan itu. Pram dengan cerdas mengistilahkan politik arsip itu sebagai kegiatan pe-rumahkaca-an. …
Kehadiran roman sejarah ini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namun juga mengisi isu kesusastraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini. Karena itu hadirnya roman ini memberi bacaan alternatif kepada kita untuk melihat jalan dan gelombang sejarah secara lain dan dari sisinya yang berbeda.
Sekumpulan katak ingin bermain sirkus, mereka mengira kalau mereka bisa terbang , mereka akan dapat bermain sirkus. mereka segera berlatih, berhasilkah mereka?