Grup musik Kabayan diundang mengisi acara Festival Musik Anak di Kuala Lumpur. Acara tersebut diadakan di auditorium ayah Najib, sahabat Kabayan. Tapi ada hantu di gedung itu! dan hantu itu membuat para penonton ketakutan. Akibatnya, jarang yang datang ke auditorium dan itu membuat ayah Najib menderita kerugian. Kabayan dan sahabat-sahabatnya berusaha memecahkan misteri itu. Mereka tidak takut …
Siapa saja yang biasanya ada di daerah pertanian? Di dalam buku ini kamu akan diajak mengetahui bagaimana kerja Pak tani yang dibantu dengan alat pembajak sawah yang disebut traktor. Dalam buku ini kamu juga akan diajak berkeliling di sekitar lingkungan pertanian oleh anjing petani yang bernama Paul. Paul juga akan memberitahukan dimana teman-temannya tinggal. Jangan lupa untuk membuka setiap l…
The height of danger. The height of competition. The height of the world. Four kids are prepared to go into thin air in order to become the youngest person ever to climb Everest. But they are not prepared for the challenges that await them as they get closer to the summit. Supplies are low. Conditions are extreme. One of the kids is trying to sabotage the others. And the the storm hits.
Harimau Cilik dan ADik KEcil sudah harus tidur, namun mereka kotor sekali! Jadi, mereka balap lari ke sungai untuk cepat-cepat mandi..
Sudah waktunya tidur. Namun, Si Harimau Cilik masih ingin bermain. Bukalah lipatan-lipatan untuk melihat bagaimana ia meloloskan diri dari waktu tidur.
Harimau Cilik dan teman-temannya bermain petak umpet di hutan. Ada banyak tempat bersembunyi, menyenangkan sekali! Namun, siapakah yang bersembunyi di balik semak?
Bayu (Emir Mahira) suka sekali bermain sepakbola tetapi Kakek Usman (Ikranagara) melarangnya. Baginya pemain sepakbola tidak memiliki masa depan. Kakek mendidik Bayu dengan disiplin agar dapat menjadi orang yang sukses. Bayu sangat beruntung memiliki Heri (Aldo Tansani), sahabat yang selalu mendukungnya. Heri adalah seorang penggila sepakbola tapi harus selalu berada di atas kursi roda. Bakat …
Denias adalah bocah miskin di perkampungan Papua yang ingin sekali pergi ke sekolah. Dia harus berjalan kaki selama berhari-hari untuk sampai ke sekolah terdekat, tetapi sesampainya di sana, sekolah itu menolak Denia masuk karena status ekonomi Denias. Setelah menempuh perjalanan panjang, akankah Denias menggantungkan harapannya? BIsakah dia belajar seperti layaknya anak-anak lain?