Buku terbaru ini akan memperkenalkan kalian pada sejarah dunia, dari zaman prasejarah hingga awal abad ke-21. Di dalam buku ini, kalian akan menemukan informasi mengenai dinosaurus, manusia pertama, Mesir Kuno, Kekaisaran Aztec, Abad Pertengahan di Eropa, Perang Dunia I, dan banyak hal-hal menarik lainnya.
Kota kecil itu dipenuhi polusi. Kendaraan bermotor, pembakaran sampah, dan asap pabrik telah mengotori udara. Uhuk-uhuk-uhuk! Anak-anak batuk-batuk. Permainan mereka terhenti. Bunbun dan Papap terlihat panik. Sambil mengajak Kaka dan Dede, mereka pun beraksi! Ayo, ikuti kisah kepanikan mereka! Dapatkan juga informasi tentang polusi dan cara mengatasinya!
Keberadaan geng, preman, dan milisi telah menjadi ciri yang melekat dalam kehidupan sosial-politik di Indonesia. Selama masa Orde Baru, mereka digunakan sebagai alat untuk menegakkan tertib sosial versi negara dan melanggengkan kekuasaan rezim, misalnya “kewenangan” yang dimiliki organisasi pemuda untuk menggebuk para pengkritik rezim dengan mengatasnamakan Pancasila. Demokratisasi pasca…
Roman bagian kedua Tetralogi Buru; Anak Semua Bangsa, adalah periode observasi atau turun ke bawah mencari serangkaian spirit lapangan dan kehidupan arus bawah Pribumi yang tak berdaya melawan kekuatan raksasa Eropa. Di titik ini Minke diperhadapkan antara kekaguman yang melimpah-limpah pada peradaban Eropa dan kenyataan di selingkungan bangsanya yang kerdil. Sepotong perjalanannya ke Tulangan …
Roman keempat, Rumah Kaca, memperlihatkan usaha kolonial memukul semua kegiatan kaum pergerakan dalam sebuah operasi pengarsipan yang rapi. Arsip adalah mata radar Hindia yang ditaruh di mana-mana untuk merekam apa pun yang digiatkan aktivis pergerakan itu. Pram dengan cerdas mengistilahkan politik arsip itu sebagai kegiatan pe-rumahkaca-an.
Roman bagian pertama Tetralogi Buru; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan di mana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.