Rayi tidak menduga, kecerobohannya mengunggah foto sebuah naskah kuno yang berasal dari abad 16 menyeretnya ke dalam bahaya. Ceca, sang pemilikpun turut terbawa. Ketika satu demi satu informasi tentang naskah kuno terungkap, Rayi dan Ceca makin dalam masuk ke pusaran masalah. Naskah kuno bagai magnit yang membuat sebuah sindikat dan perkumpulan rahasia menginginkannya. Sebenarnya, apa …
Rahman punya hobi yang aneh. Mengkhayal tanpa kenal tempat. Naik sepeda mengkhayal, belajar mengkhayal, di mana-mana mengkhayal. Khayalannya hanya satu, ingin jadi orang kaya. Aditya mewujudkan semua khayalannya menjadi nyata. Rahman tiba-tiba menjadi orang kaya, meski dengan cara yang tidak patut. Mandi yang dulunya pakai gayung kini pakai shower, dulu pakai ember kini pakai bathtub. Kas…
TIGA PEMUSIK ISTANA Raja Kerajaan Saloka selalu memiliki ide-ide yang tak biasa, bahkan sering kali menyulitkan penasihat dan rakyatnya. Ketika kekeringan parah melanda dan rakyat menderita, sang raja malah mengusulkan solusi yang tak masuk akal: sebuah pertunjukan musik meriah di tengah penderitaan. Penasihat istana dibuat bingung menghadapi keinginan raja yang tak terbendung. Dalam kebi…
Timur adalah bocah manis dari Wamena, Papua. Dia baru lulus SD dan ingin melanjutkan ke SMP. Namun, jarak rumah dengan SMP sangat jauh. Apalagi, Bapak melarang Timur melanjutkan sekolah karena harus membantu Mama menjaga Moses, adiknya. Diam-diam, Timur tetap melanjutkan sekolah ke SMP tanpa sepengetahuan Bapak. Awalnya, semua berjalan mulus. Timur bisa sekolah bersama teman-temannya. Namun,…
Begitu Saja Bok berminat menjadi Ketua OSIS Repot! Negeri, mengikuti pemilihan Ketua OSIS di sekolahnya. la setelah mendapat informasi bahwa ada perguruan tinggi negeri yang membuka seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur prestasi bagi ketua OSIS. Kedua rival Maul juga punya alasan yang sama. Ketiga calon diberi tantangan melakukan kampanye melalui media sosial. Persoalan muncul ketika banya…
Bagi Faben, tinggal di Yogya sungguh menyebalkan. Makanan, teman-teman, dan cuacanya sungguh berbeda dengan Bengkulu, kota kelahirannya. Namun, Faben tak punya pilihan. Dia harus tinggal di sana selama dua tahun. Berbagai permasalahan pun timbul. Faben terus mengeluh dan berharap dua tahun cepat berlalu. Suatu malam, Faben mendengar suara drumben. Aneh, siapa yang bermain drumben malam-malam…
Si Juki dan Mang Awung kembali jalan-jalan keliling Nusantara. Kali ini mereka menyambangi Lombok. Mang Awung ingin menemukan keberanian. Berbagai lokasi dituju untuk menemukan keberanian itu. Berhasilkah Si Juki membantu Mang Awung menemukan keberaniannya? Ikuti kisahnya di komik Si Juki Jalan-Jalan Nusantara: Mandalika - Lombok!