Melia mendapat nilai ujian tertinggi di kelas dan banyak teman memujinya. Tapi sejak itu, kejadian tidak menyenangkan mulai dialaminya. Ada yang melempar minuman ke arahnya, lalu uang jajannya diminta paksa. Sahabatnya curiga ada yang iri dan merundung Melia. Mereka bertekad mencari tahu siapa pelakunya dan melawan tindakan perundungan di sekolah!
Sekolah membuka pendaftaran kelas Memasak gratis. Mifta, Aisya, dan Syifa semangat sekali untuk ikut kelas itu. Tapi, mereka butuh dua orang teman lagi agar bisa memenuhi persayaratan masuknya. Kira-kira, siapa yang akan mereka ajak, ya? Lalu, menu apa yang akan mereka pelajari di kelas Memasak nanti? Ikuti keseruannya, yuk!
Tanaya kesal karena Ibu membatasinya jajan camilan manis dan hanya menyediakan camilan sehat di rumah. Tentu saja Tanaya tidak mau memakannya dan merasa Ibu tidak adil padanya. Diam-diam, Tanaya mengambil uang dari dompet Ibu supaya bisa jajan makanan kesukaannya, sekalian mentraktir dua sahabatnya, Fay dan Nayla. Tapi, benarkah semuanya aman dari pengawasan Ibu?
Sebagai ketua murid, Jeni diberi tugas oleh Pak Guru untuk mengantarkan buku ke ruang audio visual. Saat akan menuju ke sana, tiba-tiba saja lampu di lorong tangga sekolah menjadi redup. Tidak hanya itu, mulai terdengar suara tangisan yang entah dari mana asalnya. Semakin lama suara tangisannya semakin kencang. Jeni panik. Haruskah ia mengeceknya atau mengabaikannya?
Besok ada ulangan, tapi Aulia tidak mood belajar dan lebih memilih main gim dan menonton anime. Supaya tidak ketahuan Mama, Aulia pura-pura membuka buku layaknya sedang belajar. Keesokan paginya, Aulia berangkat sekolah dengan perasaan gelisah karena tidak belajar. Bisakah ia menjawab semua soal ulangan dengan lancar?
Kalau sudah bareng sahabat, pasti banyak hal menyenangkan yang bisa dilakukan. Apalagi, kalau bisa menghabiskan waktu bersama seharian. Tentu banyak pengalaman seru dan tak terlupakan. Seperti yang dialami oleh Azira dan sahabatnya. Biar tidak penasaran, ikuti keseruan persahabatan mereka, yuk!
Ibu meminta Mira mulai belajar berhijab karena sudah kelas 6, tapi Mira langsung menolak. Ia merasa berhijab itu gerah, ribet, dan tidak bisa lagi memakai aksesori rambut favoritnya. Namun saat curhat pada Rika, sahabatnya yang sudah berhijab, Mira justru terkejut melihat berbagai gaya hijab yang cantik dan nyaman. Rasa penasarannya pun muncul. Akankah Mira mulai mencoba berhijab dengan gayanya…