Jakarta kerap menjadi pelabuhan bagi mereka yang datang membawa sekoper harapan. Mereka yang siap bertaruh dengan nasibnya sendiri-sendiri. Namun, kota ini selalu mampu melumat habis harapan dan menukarnya dengan keputusasaan. Pemulung, pengamen, pramuria yang menjajakan tubuh agar anaknya bisa makan, pemimpin-pemimpin kecil yang culas, lelaki tua di balik kostum badut ayam, pencuri motor yang …
Dalam perjalanan pulang, Pak Tani melihat Elang Bondol. Burung itu membawa ayam kesayangannya yang sudah mati. Pak Tani begitu marah dan meminta Elang Bondol untuk ganti rugi. Namun, Elang Bondol merasa tidak membunuh ayam Pak Tani. Dia juga bersedia untuk mencari tahu siapa pelakunya. Kira-kira, siapakah pelaku sebenarnya?
Angin dan sinar matahari adalah sumber listrik di Pandansimo. Begitu pula listrik di rumah Seruni. Hari ini, hujan turun sangat deras. Hal yang Seruni takutkan terjadi, listrik padam. Semua menjadi gelap dan menakutkan bagi Seruni. Seruni harus mengambil lilin atau…
Kumpulan esai Seno Gumira Ajidarma yang sebelumnya pernah diterbitkan dalam "Affair" (2004) dan "Kentut Kosmopolitan" (2008), ditambah beberapa tulisan di Djakarta! free-mag (hingga tahun 2013) yang belum pernah diterbitkan sebelumnya. -------------- “Kota bukanlah hutan beton, kota adalah kebun binatang manusia.” —Desmond Morris, The Human Zoo, 1969 Pernah membayangkan n…
Perkembangan dari kota Sunda Kelapa (abad ke-16) melalui Jayakarta dan Batavia (1619) sampai Jakarta (1949) diceritakan dalam buku ini. Batavia menjadi Jakarta, salah satu kota di dunia yang berkembang paling cepat. Ibukota negara, yang tertua di seluruh Asia Tenggara pernah menjadi Bandar pusat seluruh jaringan perniagaan antara Capetown (Afrika Selatan) dan Nagasaki (Jepang).
Kisah lanjutan dari 'Malik & Elsa' yang terbit tahun 2018.