Text
Leiden 2020-1920
Pertemuan Syamil dengan Maryati dan Kasman di Padang Panjang secara ajaib membawa mahasiswa jurusan sejarah itu jauh dari rumah. Lewat potongan naskah berusia seratus tahun yang dicatat oleh seorang mantan tentara Belanda bernama Alex van deer Meer, Syamil menjelajah ke Sawahlunto pada tahun 1920 hingga ke Leiden pada tahun 2020.
Sembari menelusuri kembali setiap jengkal sejarah bangsanya, Syamil mesti mengumpulkan petunjuk mengenai harta karun tua yang tersembunyi di negerinya. Petualangan panjang itu mempertemukan Syamil dengan sosok-sosok baru. Beberapa kawan, beberapa lawan. Namun yang jelas, Syamil jadi tersadar bahwa kolonialisme belum sepenuhnya selesai di Indonesia. Apa pun bahaya yang mengadang, Syamil tak berhenti. Dia menerjang hutan rimba Sumatra, mencari keberadaan Suku Anak Dalam, menemui bangsa yang hanya ada dalam legenda, dan berpacu dengan organisasi gelap dan tua yang berbahaya.
Apakah Syamil berhasil menemukan potongan naskah Alex yang lain? Apakah dia dapat menemukan harta karun terpendam itu? Dalam perjalanan filologi tersebut, Syamil harus memilih, apakah kalah pada mereka yang serakah atau mati sebagai petarung.
No other version available