Aku mengerti, hakikat MATI adalah dia, yang kini berada tepat di sebelahku: Si Mati, seakan menantang, seringkali aku memergokinya—diam-diam—tengah melihat ke arahku dengan binar nanar yang memudar. Entah apa yang dipikirkannya tentangku. Aku tak tahu, dan juga tak mau tahu. Bisu adalah bahasanya. Takdirku adalah hidup. Sedangkan takdirnya adalah mati ... Aku dan dia, bisakah menjadi sahabat?
Sebuah buku yang ditulis untuk mengenang kedua sahabat kami almh Novilia Lutfiatul Khoiriyah dan Estinuha Ilmazakiyya yang telah berpulang ke Rahmatullah pada 4 November 2012 dalam kecelakaan bus rombongan peserta seminar ANTIBIOTIK 8-FULDFK Indonesia di Purwokerto. Berisi tentang kisah kehidupan almarhumah dengan para sahabatnya serta tentang semangat berjihad mahasiswa kedokteran berbagai Un…
Selalu ada yang tak terkisahkan dalam sebuah perjalanan. Bahkan dalam sebuah kisah, selalu ada yang tak terceritakan.
Kelir Slindet adalah sebuah potret kelam masyarakat desa yang terjebak dalam budaya dan mentalitas kemiskinan struktural: budaya dan mentalitas “pasangan Saritem dan Sukirman” yang telah melanggengkan kemiskinan, kejumudan, kemaksiatan, dan kemudaratan yang berkelindan dari generasi ke generasi. Keberhasilan Kedung Darma Romansha merekonstruksi “realita” kelam tersebut hanya bisa dicapa…