Bertahun-tahun kemudian, saat menghadapi regu tembak yang akan mengeksekusinya, Kolonel Aureliano Buendia jadi teringat suatu sore, dulu sekali, ketika diajak ayahnya melihat es. Riuh rendah pipa dan drum panci yang berisik mengiringi kedatangan rombongan Gipsi ke Macondo, desa yang baru didirikan, tempat Jose Arcadio Buendia dan istrinya yang keras kepala, Ursula, memulai hidup baru mereka.…
Tidak ada yang berarti banyak. Tidak banyak yang benar-benar berarti. Hanya ada air mata di wajah Rahel dan Esthappen. Kehampaan dan keheningan menyayat batin keduanya. Dua saudara kembar itu berpelukan erat, saling menguatkan. Terlalu banyak luka yang mengungkung hidup Rahel dan Esthappen. Peristiwa masa silam berkelindan dengan apa yang mereka hadapi kini, terus saja menggoreskan pilu.…
Siapa yang sebenarnya menghabisi keluarga Hadler? Semua orang yakin Luke Hadler telah mengacungkan senjata ke arah istri dan anaknya, lalu membaliknya dan menembak diri sendiri. Penduduk Kiewarra berhadapan dengan persoalan hidup dan mati pada musim kekeringan ini, tapi peristiwa itu tetap saja mengguncang seluruh kota. Penyelidik Federal Aaron Falk kembali ke Kiewarra untuk menghadiri pemakam…
Theodore Finch terobsesi pada kematian, dan terus-menerus memikirkan berbagai cara untuk bunuh diri. Namun, setiap kali, sesuatu yang positif, betapa pun sepelenya, selalu menghentikannya. Violet Markey selalu memikirkan masa depan, menghitung hari sampai tiba hari kelulusannya, karena itu berarti ia akan bisa meninggalkan kota kecil tempat ia tinggal di Indiana dan kesedihan mendalam akibat ke…
Are you made fainthearted by death? Does fire unnerve you? Is a villain something that might crop up in future nightmares of yours? Are you thrilled by nefarious plots? Is cold porridge upsetting to you? Vicious threats? Hooks? Uncomfortable clothing? It is likely that your answers will reveal A Series of Unfortunate Events to be ill-suited for your personal use. A librarian, bookseller, or …
Even in the darkest of times—especially in the darkest of times—there is room for strength and bravery. A remarkable memoir from Leon Leyson, one of the youngest children to survive the Holocaust on Oskar Schindler’s list. Leon Leyson (born Leib Lezjon) was only ten years old when the Nazis invaded Poland and his family was forced to relocate to the Krakow ghetto. With incredible luck,…