Buku berjudul Mata yang Enak Dipandang ini merupakan kumpulan lima belas cerita pendek Ahmad Tohari yang tersebar di sejumlah media cetak antara tahun 1983 dan 1997. Seperti novel-novelnya, cerita-cerita pendeknya pun memiliki ciri khas. Ia selalu mengangkat kehidupan orang-orang kecil atau kalangan bawah dengan segala lika-likunya.
Pandangan realisme seni masih cukup enak untuk membaca cerpen-cerpen yang terkumpul dalam buku ini. Bisa dibilang, karya kisah-kisah pendek itu adalah semacam pengolahan ulang atas peristiwa sehari-hari. Realisme terpampang pada cerpen "Mereka Mengeja Larangan Mengemis" karya Ahmad Tohari. Membaca kisah para remaja pengamen ini yang berbenturan dengan norma kepatuhan mengajak kita bercermin,…
Here's to planes you missed. the tickets ripped away. and the lands left unexplored. Here's to the boxes left unopened. the keys thrown away. and the treasure left untouched. Here's to the 2 AM thoughts. the songs of what ifs. and the chances i missed.
“Hidup atau mati. Melakukan segala cara untuk menyelamatkan diri.” Pesta olahraga yang diadakan oleh Olympus High School mendadak hancur karena sebuah serangan Zombie yang berdatangan. Zombie-zombie itu dengan ganasnya menghabisi dan mengejar siapa pun yang berada di sana. Hanya ada beberapa orang yang selamat. Ola, bersama kelima penyintas lainnya bernama Zen (mantan kekasihnya), Izza, …
Seorang penyensor buku pemula berusaha memenuhi tugasnya untuk menemukan berbagai pelanggaran yang membuat buku-buku menjadi tidak layak untuk diterbitkan. Tiga tabu utama yang dilarang untuk disinggung dalam sebuah buku, yaitu yang berkaitan dengan Tuhan, pemerintah, dan seks. Buku-buku yang diperbolehkan beredar adalah yang mengumbar janji manis tentang meraih kesuksesan, kekayaan, cinta, dan…
Dreaming feels like boarding a magic carpet. I'm flying into the night imagination shaping the clouds, hands holding the stars. No fear, just the magic I trust. It'll take me to a place I don't know yet, somewhere I belong.
Gagasan tentang antologi puisi Bacapetra telah terlontar jauh sebelum situs sastra yang berbasis di Ruteng, Nusa Tenggara Timur ini memasuki usia kelima pada 2024. Sebagai situs sastra yang lahir dan bekerja dari “pinggiran”, perkembangan Bacapetra terbilang mengesankan. Karya-karya ditayangkan secara rutin sesuai jadwal selama lima tahun terakhir. Tanpa terputus. Para kontributor datang da…