Membosankan sekali menunggu giliran Kakak menari di panggung. Sasih dan Ratih pun bermain ke sawah. lihat, ada lelakut! Namun, ia tampak sedih. Mereka ingin membuat lelakut gembira. Apa yang akan mereka lakukan ya? Apakah mereka akan berhasil?
Kanaya merasa kesepian karena sudah empat hari Widya tidak masuk sekolah karena sakit. Kanaya jadi khawatir dengan keadaan sahabatnya itu. Dan betapa panikya Kanaya, saat mengetahui rumah Widya sudah kosong dan bertuliskan dijual. Ke mana perginya Widya? Kenapa pergi tanpa berpamitan padanya?
Gigiku besar dan kuat. Aku makan lahap hari ini. Ada ayam goreng, lolipop, biskuit, juga cokelat. Karena kekenyangan, aku ketiduran dan lupa menggosok gigi. Kuman-kuman pun berpesta-pora di mulutku. Aduh, gigiku jadi sakit! Yuk, bantu aku mengusir kuman-kuman!
Senangnya sang Putri bisa bermain bersama ikan-ikan dan terbang bersama burung-burung camar. Keberaniannya membuat sang Putri ingin berpetualang ke puncak bukit karang. Wah, apa yang didapatkan dari petualangannya itu, ya? Mau tahu? Yuk, ikuti petualangannya dalam buku ini!
kumpulan cerita & prosa nya Dewi Lestari sejak tahun 1995 sampai 2005.menggambarkan suasana yang terasa lembut (seperti capucino) dengan tuturan kata-kata yang ia tulis. Dengan demikian setiap petuah-petuah yang terselip di dalam cerita pendek itu lebih mudah tercerna oleh pembaca karena tidak mengandung arogansi.
Kegiatan jurit malam kalí íní, setiap regu diberi misi untuk berkeliling hutan dan melewati pos-pos yang sudah dijaga oleh guru. Namun, bukannya sampai di pos yang dituju. Lina dan teman-teman malah tersesat di hutan dan bertemu sosok nenek menyeramkan. Lalu, bagaimana cara mereka bisa kembali ke perkemahan dengan selamat?
Terdiri dari 13 prosa dan karya fiksi, Madre merupakan kumpulan karya Dee selama lima tahun terakhir. Untaian kisah apik ini menyuguhkan berbagai tema: perjuangan sebuah toko roti kuno, dialog antara ibu dan janinnya, dilema antara cinta dan persahabatan, sampai tema seperti reinkarnasi dan kemerdekaan sejati. Lewat sentilan dan sentuhan khas seorang Dee, Madre merupakan etalase bagi kematan…
Suatu pagi, kulilitkan simpul tali di sekeliling leher kucing itu dan menggantungnya pada dahan sebuah pohon. Aku menggantungnya sambil berlinang air mata. Aku menggantungnya meski aku tahu ia mencintaiku. Aku menggantungnya meski aku tahu aku melakukan dosa mematikan yang akan menghancurkan jiwaku.