Buku Princess Ghaniya dan Boneka Tangan mengajarkan anak-anak sifat-sifat terpuji Asmaul Husna yang tercermin dari tokoh utamanya. Dilengkapi dengan ilustrasi menarik yang berwarna, anak-anak akan diajak untuk membaca buku dengan menyenangkan. Buku ini juga membantu anak-anak mengembangkan imajinasi mereka, dan mendorong anak agar lebih aktif dalam menuntut ilmu.
Tetralogi ini dibagi dalam format empat buku. Dan roman keempat, Rumah Kaca, memperlihatkan usaha kolonial memukul semua kegiatan kaum pergerakan dalam sebuah operasi pengarsipan yang rapi. Arsip adalah mata radar Hindia yang ditaruh di mana-mana untuk merekam apa pun yang digiatkan aktivis pergerakan itu. Pram dengan cerdas mengistilahkan politik arsip itu sebagai kegiatan pe-rumahkaca-an. …
Kehadiran roman sejarah ini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namun juga mengisi isu kesusastraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini. Karena itu hadirnya roman ini memberi bacaan alternatif kepada kita untuk melihat jalan dan gelombang sejarah secara lain dan dari sisinya yang berbeda.
Saat sedang jalan-jalan di kota, Nisa mendapat selebaran tentang restoran baru dari orang tak dikenal. Hari mulai sore. Nisa yang lapar datang ke restoran itu. Ternyata, Nisa mengalami kejadian-kejadian aneh. Kejadian apa saja, ya? Yuk, ikuti kisah Nisa!
Rumah baru Kimmi punya tangga misterius yang sudah tua dan penuh ranting. Karena takut memeriksa tangga itu sendirian Kimmi mengajak Ghina teman TK nya dulu. Yuk, ikuti petuaalangan mereka!