Leon Bunglon amat lucu dan selalu ceria. Semua hewan di hutan menyukainya. Suatu hari, dia tidak sengaja mendengar pembicaraan dua temannya. Dia pun tidak sabar berbagi kabar kepada teman lainnya. Tanpa disadari, dia telah membuat huru-hara. Seperti apa kisah selengkapnya? Yuk, simak bersama!
Menampilkan 23 cerpen Kompas sepanjang 2018 dalam buku ini seperti membaca keberagaman lanskap budaya dengan latar belakang ranah kultural berbeda. Keberagaman lanskap budaya inilah yang ikut mewarnai cerpen Kompas dari masa ke masa. Selain itu, dalam setiap cerpen terkandung getaran moralitas, apabila disimak secara sadar dan terbuka akan memberikan nutrisi berarti tentang pentingnya kembali m…
Pandangan realisme seni masih cukup enak untuk membaca cerpen-cerpen yang terkumpul dalam buku ini. Bisa dibilang, karya kisah-kisah pendek itu adalah semacam pengolahan ulang atas peristiwa sehari-hari. Realisme terpampang pada cerpen "Mereka Mengeja Larangan Mengemis" karya Ahmad Tohari. Membaca kisah para remaja pengamen ini yang berbenturan dengan norma kepatuhan mengajak kita bercermin,…
Pada suatu malam, ketika keluargaku kebetulan pulang kampung, aku dikagetkan oleh suara keras mereka. Apa mereka bertengkar? Kudengarkan baik-baik yang kiri mengatakan dengan lantang bahwa mereka sebenarnya tidak berasal dari kulit sapi yang sama. “Mana mungkin!” Ucap yang kanan menegaskan. “Kita berasal dari seekor sapi. Kulitnya yang lebar itu disamak, lalu dipotong-potong dengan mes…
“Duduk sama rendah, berdiri lain-lain tingginya.” ‘PBB’, Taufiq Ismail Buku ini adalah peninggalan Sapardi yang paling tidak dikenal: Tirani Demokasi. Selebaran yang memberi peringatan. Seno Gumira Ajidarma, penulis Di tangan Sapardi Djoko Damono kompleksitas demokrasi bisa disampaikan dengan ringan dan sederhana. Buku ini menunjukkan dia bukan hanya begawan sastra tapi juga seorang pem…